Pemkot Makassar Hadirkan Laboratorium Pengujian Spesimen, Danny Pomanto: Super Sensitif Deteksi Virus Varian Baru

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar telah menghadirkan laboratorium pengujian spesimen yang diklaim mampu mendeteksi varian baru Covid-19, termasuk varian Delta.

Laboratorium tersebut berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Makassar. 

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memberi nama dengan sebutan Makassar Recover Lab. Ia mengatakan laboratorium ini mampu mendeteksi 4 mutasi varian baru Covid-19.

Baca Juga: 3 OPD Pemkot Makassar Bakal Dirombak, Danny Pomanto Sebut Akan...

“Super sensitif bisa mendeteksi varian baru yang bergeser dari pada corona virus ini,” kata Danny Pomanto usai melakukan pemantauan di RSUD Daya, Minggu, 1 Agustus 2021.

Danny mengatakan laboratorium Bios Safety Level BSL level 2 baru ada di Jakarta dan Makassar.

Baca Juga: Detektor Covid-19 Keluhkan Honor, Danny Pomanto: Ini Awalnya yang Berat

“Nah ini hal baru di Jakarta Pondok Indah, kalau tidak salah, dengan di sini. Sehingga baru selesai namanya BSL Level 2,” kata dia.

Menunggu Izin Pemerintah Provinsi Sulsel

Kendati laboratorium tersebut telah ada, Pemerintah Kota Makassar perlu mendapatkan izin operasional terlebih dulu dari Pemerintah Provinsi Sulsel.

Baca Juga: Detektor Covid-19 Keluhkan Honor, Danny Pomanto: Ini Awalnya yang Berat

“Kami berharap izin dari provinsi sebagai status lab bisa cepat keluar agar ini bisa membantu,” jelasnya 

Rencananya, laboratorium ini bakal menerima sampel selama 24 jam. Bila dihitung bisa memeriksa sampai 1.200 sampel dalam sehari.

“Sekali lagi, ini murni untuk membantu, bukan gagah-gagahan. Saya sampaikan, jangan sampai lagi orang bereaksi berlebihan, ini membantu di era pandemi seperti ini,” katanya.

Ke depan, Danny mengatakan pemeriksaan spesimen sampel Swab bisa semakin cepat dengan kehadiran laboratorium tersebut. 

“Saya kira ini patut kita syukuri sehingga hulu-hilir kita lengkap, kita punya PCR sendiri, kita punya isolasi apung, dan kita punya nanti insya Allah kita lihat kemungkinannya membuat rumah sakit darurat,” katanya.

Danny mengatakan laboratorium ini memprioritaskan setiap warga Makassar yang melalui proses deteksi dari Tim Detektor dan Covid-19 Hunter. Pemeriksaan tersebut tanpa pungutan biaya.

“Jadi semua orang yang dideteksi oleh detektor kalau ada yang sakit, maka Covid-19 Hunter datang, semua gratis kalau lewat Detektor Covid-19 dan Covid-19 Hunter,” katanya.

Menurutnya, penggunaan laboratorium secara komersil cukup dimungkinkan. Hanya saja, kata dia, pihaknya memiliki kewajiban sosial dalam misi Makassar Recover.

Selain itu, Danny mengatakan bakal membuat posko RW dan kelurahan bagi masyarakat yang akan melapor terkait dengan status kesehatannya.

“Jadi kalau misalnya dia lapor, inikan saya akan buat posko RW dan kelurahan. Jadi semua bisa melapor, selain melapor 112 , Detektor datang, Covid-19 Hunter datang, semua kita periksa secara gratis,” tutupnya.

Sementara, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar dr Wachyudi Muchsin berharap dengan adanya penambahan laboratorium, mampu mempercepat testing (pengetesan) Covid-19 di Makassar.

“Kalau mempercepat testing berarti treatment-nya (perawatan) juga cepat. Di situ kata kuncinya,” paparnya.

dr Yudi melihat selama ini laboratorium pengujian spesimen yang ada di Makassar tak mengalami penambahan kapasitas. Sehingga, kerap kali terjadi penumpukan spesimen. 

“Kehadiran laboratorium di Makassar bisa menjadi hal baru buat mempercepat spesimen,” pungkasnya.

Bagikan