“Selama ini alur transportasi menjadi faktor yang membatasi gerak pembangunan, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan,” katanya.
Munafri juga menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pulau yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Ke depan, Pemkot Makassar berencana melakukan evaluasi dan pengembangan layanan, termasuk kemungkinan penambahan armada agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara maksimal.
“Satu kapal tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Kita akan menghitung seluruh kebutuhan biaya dan operasional agar progres penambahan armada dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Munafri memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan pelayaran. Ia meminta Dinas Perhubungan memastikan seluruh standar keamanan dipenuhi, mulai dari ketersediaan jaket pelampung hingga perangkat komunikasi yang memadai.
- Desakan Insan Pers, Hukum Polisi yang Merampas HP Wartawan Saat Meliput Pengungkapan Sabu 1 Kg di Jeneponto
- LPS Gandeng Unhas Bekali Generasi Muda Makassar Bentengi Finansial di Era Digital
- Dari Pendidikan hingga Infrastruktur, Wali Kota Appi Pastikan Perhatian Pemkot Menjangkau Wilayah Kepulauan
- Dr. Aswati Asri Nahkodai Prodi Pendidikan Bahasa Makassar, Fokus Perkuat Mutu Akademik
- Kepala Sekolah Disuruh Tandatangan Surat Pengunduran Diri, Komisi E DPRD Sulsel Minta Dihentikan
“Saya minta agar memperhatikan seluruh aspek pelayanan transportasi. Yang paling penting adalah aspek keamanannya. Kapal ini harus dilengkapi sarana keselamatan yang lengkap dan memadai serta tidak boleh overload,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan bahwa kapal yang digunakan merupakan armada Banawa Nusantara yang selama ini telah dimiliki dan dioperasikan oleh Dishub Makassar.
Menurutnya, seluruh awak kapal telah memenuhi standar keselamatan pelayaran dengan memiliki sertifikat Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), dan Security Awareness Training.
“Awak kapal kami terdiri dari lima orang, yaitu kapten, juru mudi, dan tiga anak buah kapal,” jelas Rheza.
Ia menambahkan, operasional Pete-pete Laut tidak menggunakan anggaran baru, melainkan memanfaatkan alokasi anggaran operasional kapal yang telah tersedia sebelumnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
