Untuk sampah organik, pemerintah mengembangkan konsep pertanian lahan sempit berbasis kompos hingga tingkat kelurahan dan rukun warga (RW). Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni teba modern, metode pengolahan sampah organik menggunakan lubang kompos yang dapat dipanen dalam waktu lima hingga enam bulan.
“Pupuk kompos ini kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk bertani di lahan-lahan sempit, sehingga setiap sudut kota yang tidak terpakai bisa menjadi produktif,” ungkapnya.
Selain itu, program budidaya maggot juga terus dikembangkan sebagai solusi pengolahan sampah organik. Menurut Appi, satu kilogram maggot mampu mengolah hingga lima kilogram sampah sekaligus bernilai ekonomis sebagai pakan ternak.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat terus diperluas demi menciptakan Kota Makassar yang lebih bersih,” pungkasnya.
Diketahui, program Nusantara Infrastructure di Kantor Lurah Pannampu dimulai dari edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga. Sampah terpilah kemudian disetorkan ke Bank Sampah Kampung Bersih Nusantara sebagai pusat pengumpulan dan pengelolaan awal.
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Melayani Tanpa Batas Waktu, Disdukcapil Jeneponto Buka Layanan di Hari Libur, Terbitkan 119 Dokumen
- Korban Penganiayaan di Tamalatea Terbaring Lemas, Diduga Pelaku Lebih dari 1 Orang, Kapolsek Bilang ini
- Kuliah Umum Prodi MHU UIN Alauddin Makassar Hadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI
Selanjutnya, sampah plastik bernilai seperti HDPE, PP, dan LDPE diproses oleh RAPPO Indonesia menjadi produk daur ulang bernilai jual.
Program ini juga melibatkan perempuan pesisir di Desa Nelayan Untia dalam proses pembersihan dan pencacahan plastik sehingga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Produk hasil daur ulang tersebut kini telah dipasarkan hingga Makassar, Jakarta, dan Bali sebagai bagian dari penguatan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
