“Persoalan di Kota Makassar tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dengan pihak swasta agar solusi yang dihasilkan lebih optimal,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Appi mengungkapkan Kota Makassar memproduksi sekitar 800 ton sampah setiap hari. Namun, kapasitas pengangkutan saat ini baru mencapai sekitar 67 persen sehingga masih terdapat sekitar 30 persen sampah yang belum tertangani maksimal.
Ia juga menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem open dumping. Tahun ini, Pemkot Makassar menargetkan penghentian sistem tersebut sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup dengan beralih ke metode sanitary landfill.
“Ke depan, sampah yang masuk ke TPA bukan lagi sampah rumah tangga secara langsung, melainkan residu dari hasil pengolahan,” tuturnya.
Selain itu, Pemkot Makassar saat ini tengah menyiapkan proyek strategis berupa Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Waste to Energy dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun.
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Melayani Tanpa Batas Waktu, Disdukcapil Jeneponto Buka Layanan di Hari Libur, Terbitkan 119 Dokumen
- Korban Penganiayaan di Tamalatea Terbaring Lemas, Diduga Pelaku Lebih dari 1 Orang, Kapolsek Bilang ini
- Kuliah Umum Prodi MHU UIN Alauddin Makassar Hadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI
Proyek tersebut ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 20 hingga 25 megawatt.
“Ini menjadi sesuatu yang harus kita respons bersama. Tanpa kesiapan pemerintah kota, investasi ini tidak akan maksimal. Karena itu, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan,” jelas Ketua IKA FH Unhas tersebut.
Appi juga mendorong penguatan sinergi dengan berbagai pihak agar produk hasil olahan sampah dapat terus dipasarkan melalui kelompok reseller masyarakat seperti yang dilakukan RAPPO Indonesia.
Selain fokus pada pengelolaan sampah, Nusantara Infrastructure disebut turut berkontribusi dalam program penurunan angka stunting di Kota Makassar melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Pemkot Makassar terus mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah organik maupun anorganik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
