Terkini.id, Jakarta – Juru bicara Kementerian Agama Abdul Rochman mengkritik keras Pemerintah Kota Serang, Banten karena melarang rumah makan beroperasi pada siang hari.
Menurut pria yang akrab disapa Adung ini, pelarangan tersebut sangat berlebihan.
Pelarangan ini juga dinilai oleh Adung, tak sejalan dengan prinsip moderasi
“Kebijakan ini tidak sesuai dengan prinsip moderasi dalam mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, dan cenderung berlebih-lebihan,” ujar Adung, dikutip dari CNN, Jumat, 16 April 2021.
Tak hanya itu, Adung juga menilai bahwa pelarangan ini merupakan bentuk pelanggaran HAM.
Mengingat, menurut Adung, pelarangan tersebut dapat membatasi akses sosial masyarakat dalam bekerja mencari nafkah serta sulitnya umat non-muslim dalam mencari makan.
“Larangan dalam kebijakan tersebut diskriminatif dan melanggar hak asasi manusia,” ujarnya.
Lebih jauh, Adung juga berpendapat bahwa larangan tersebut bertolak belakang dengan apa yang sudah diatur oleh konstitusi.
Diketahui bahwa dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) mengatur mengenai bagaimana sesama manusia dapat saling menghormati meski berbeda keyakinan.
“Semua pihak harus bisa mengedepankan sikap saling menghormati. Bagi mereka yang tidak berpuasa, diharapkan juga bisa menghormati yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
“Sebaliknya, mereka yang berpuasa agar bisa menahan diri dan tetap bersabar dalam menjalani ibadah puasanya,” kata Adung, menambahkan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Serang, Banten menetapkan larangan ini dalam surat Imbauan Bersama nomor 451.13/335 -Kesra/2021 tentang Peribadatan Bulan Ramadan dan Idulfitri 1442 H.
Pemkot Serang melarang keras adanya restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe sejenisnya yang buka selama pukul 04.30 WIB hingga 16.00 WIB.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
