Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda NTT melontarkan kritik terhadap pernyataan lawas Anies Baswedan yang menyebut kata-kata merupakan komponen penting dalam berbangsa di atas kerja dan karya, viral di media sosial.
Video pemuda NTT kritik pernyataan lawas Anies Baswedan soal kata-kata itu viral usai diunggah pengguna Twitter RonaldLampard8, seperti dilihat pada Senin 16 Mei 2022.
Dalam video tersebut, tampak Anies Baswedan tengah pidato. Ia pun membeberkan 3 komponen penting dalam berbangsa.
Menurut Anies, dari ketiga komponen penting itu kata-kata dan gagasan merupakan hal yang lebih penting di atas kerja dan karya.
“Kalau kita berbangsa ada 3 komponen, satu adalah kerja, karya. Di atasnya ada namanya kata-kata, di atas kata-kata ada gagasan,” bebernya.
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
Namun, kata Anies, masyarakat hari ini hanya menganggap kerja dan karya saja yang penting. Sementara kata-kata sama sekali tak dianggap penting.
“Hari ini yang dianggap penting hanya kerja, hanya karya, kata-kata dianggap tidak penting, gagasan tidak dipikirkan,” ungkapnya.
Menurutnya, jika kerja dan karya dianggap lebih penting dibanding kata-kata maka bangsa akan berjalan tanpa arah.
“Apa yang terjadi? Maka kita seperti berjalan tanpa memegang kompas, tanpa memegang arah, karena gagasan tak muncul, kata-kata tak hadir,” tuturnya.
Anies pun kemudian mengutip ucapan Sastrawan WS Rendra soal kata-kata. Selain itu, ia juga menyebut bahwa kitab juga berisi kata-kata.
“Kalau mengutip kata-kata Rendra, perjuangan karya adalah pelaksanaan dari kata-kata. Dan semua kitab suci isinya kata-kata,” tegas Anies Baswedan.

Menanggapi pernyataan lawas Anies itu, sang pemuda NTT itu pun meminta mantan Mendikbud RI itu agar tak menyamakan kata-kata yang dia miliki dengan kata-kata dalam kitab suci.
Pasalnya, menurut sang pemuda itu, kata-kata dalam kitab suci merupakan firman Tuhan sementara kata-kata Anies Baswedan hanya omong kosong.
“Untuk Pak Anies Baswedan, beta pemuda yang tak berpendidikan dari NTT beta mau sampaikan kepada anda agar jangan samakan kata-kata dalam kitab suci dengan kata-kata yang anda miliki. Kata-kata dalam kitab suci itu adalah firman Tuhan, bukan kata-kata omong kosong seperti yang anda sampaikan,” ucapnya.
Lebih lanjut, pemuda NTT itu juga menanggapi pernyataan Anies Baswedan yang menyebut masyarakat saat ini tak menganggap penting yang namanya kata-kata.
“Saat ini rakyat tidak menganggap kata-kata sebagai komponen penting karena rakyat sering ditipu oleh kata-kata manis dari kalian para pejabat,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
