Terkini.id, Jakarta – Mudik lebaran tahun ini diperbolehkan oleh Presiden Joko Widodo, dengan syarat pemudik sudah melengkapi vaksinasi dan booster. Pemudik tidak harus melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) untuk perjalanan dalam Negeri (domestik).
Juru bicara Satgas Covid-19 yakni Wiku Adisasmito, mengingatkan masyarakat untuk melakukan vaksin, walaupun sedang berpuasa.
“Jadi, tanggung jawab dari masyarakat dan saling mengingatkan masyarakat lainnya yang belum vaksinasi lengkap segera lakukan. Nantinya pun waktu puasa kan tidak membatalkan puasa kalau divaksin.” dikutip dari kompas.com
Sedang ramai jadi perbincangan, pasalnya menurut Jokowi, mudik lebaran tidak sama dengan MotoGP, jadi janganlah menggunakan perbandingan seperti itu. Tulisnya pada selasa 30 Maret 2022 di akun resmi milik Jokowi.
“Data yang saya terima, setidaknya 79 juta orang menyatakan hendak mudik Lebaran tahun ini. Jadi, janganlah dibandingkan dengan MotoGP yang penontonnya 60 ribu orang.”
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Selanjutnya ia kembali menuliskan “Penanganan pemudik ini harus hati-hati. Calon pemudik sudah harus menerima vaksinasi yang lengkap dan booster.”

Dikutip dari kompas.com, Tujuan mengapa vaksinasi dan booster ini wajib diberlakukan sebagai syarat mudik lebaran, tidak lain untuk menjaga imunitas bagi pemudik, dan juga agar keluarga di kampung halaman tidak tertular covid-19.
“Jadi lebih baik kita sekarang segera lakukan vaksinasi dengan tujuan nanti imunitasnya akan tinggi terutama ada dua yang harus dilihat. Yang pertama adalah orang yang mudik. Mudik ini potensial menulari tempat tujuan,” Ujar Wiku.
Masih dikutip dari kompas.com, ketika melakukan mudik, di kampung halaman ada yang mesti kita lindungi, yakni vaksinasi belum lengkap, lanjut usia (lansia), dan memiliki riwayat komorbid.
“Ini orang-orang yang harus dilindungi. Untuk itu, sejak sekarang segera divaksin. Prinsipnya adalah sama-sama menjaga. Mari kita lindungi mereka agar mudik dengan sehat.” Pungkas Wiku.
Sebagai informasi, pada Ramadan tahun ini masyarakat diperbolehkan untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah dengan syarat tetap taat aturan, yaitu mematuhi protokol kesehatan yang ketat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
