Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai komunitas kewirausahaan diberikan ruang untuk menggelar diskusi, berbagi pengalaman, hingga membahas tantangan dan peluang pengembangan usaha.
Setiap komunitas mendapat sesi khusus untuk berinteraksi dan bertukar gagasan dengan komunitas lainnya.
“Respon para komunitas sangat positif karena mereka merasa memiliki wadah untuk berkumpul dan berkembang bersama,” jelas Arlin.
Selain edukasi dan penguatan jejaring, aspek permodalan juga menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Ewa-Ko Fest tahun ini.
Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar menjalin kemitraan dengan Bank Sulselbar serta sejumlah perbankan lainnya untuk memperluas akses Kredit Usaha Rakyat bagi pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima.
- PDAM Makassar Operasikan Intake Manggala, Krisis Air di Wilayah Utara Mulai Teratasi
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri ICE APEKSI 2026, Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Kota
- Gelar Simulasi Tanggap Darurat, PT Semen Tonasa Perkuat Budaya K3
- Bapperida Bulukumba dan FISIP Unhas Bahas Strategi Pelestarian Pinisi Lewat Riset
- Membanggakan! 25 Alumni Polbangtan Kementan Resmi Berkarier di Jepang
Menurut Arlin, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar yang ingin memastikan penataan kota berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami tidak hanya mendorong para pedagang untuk berjualan secara tertib di lokasi yang telah disediakan, tetapi juga membantu mereka memenuhi standar usaha yang dibutuhkan,” tukasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
