Menurutnya, Kota Makassar sebagai pusat pergerakan ekonomi di kawasan timur Indonesia memiliki potensi besar dalam melahirkan lebih banyak wirausaha yang mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus pencipta lapangan kerja.
“Melalui momentum Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional yang diperingati setiap Juni, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan Ewa-Ko Fest,” jelasnya.
“Ini, sebagai wadah mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan para pelaku UMKM untuk saling berkolaborasi membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat,” sambung Arlin.
Dia menjelaskan, penyelenggaraan festival tersebut merupakan langkah strategis untuk menghadirkan ruang bersama bagi pelaku UMKM, calon wirausaha, perguruan tinggi, lembaga jasa keuangan, inkubator bisnis, korporasi, dan pemerintah agar dapat tumbuh dan berkembang dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Arlin menambahkan, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain meningkatkan edukasi dan literasi bisnis, menumbuhkan semangat pemberdayaan UMKM, serta mendorong kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha.
- Inovasi Pengolahan Sampah Berbasis Magot PT Vale Dihadirkan Dalam Pameran Lingkungan Internasional KemenLHK
- Di Ujung Gubuk Reot, 7 Tahun Sebatang Kara, Daeng Sangkala Terbaring Sakit Tanpa KTP dan Perawatan
- Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Ikuti Pelatihan PAKU Integritas 2026 yang Digelar KPK
- Lambatnya Penanganan Kasus Dugaan Korupsi SPAM Jeneponto, 50 Saksi Diperiksa Namun Tersangka Belum Ada
- Kerja Sama Unismuh-KIT Jepang Berlanjut, Mahasiswa Berpeluang Ikut Program Sakura Science
Untuk mencapai tujuan tersebut,
Ewa-Ko Fest menghadirkan beragam rangkaian kegiatan mulai dari talkshow, seminar bisnis, workshop, pameran dan expo produk UMKM, aktivasi komunitas, kompetisi kewirausahaan, hingga hiburan bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar menggandeng sejumlah mitra strategis.
Diaantaranya Bank Sulselbar, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Sulawesi Selatan, Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Makassar, HIPMI Kota Makassar, HIPMI PT UNM, Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia Sulampapua, Muraya Studio, serta PT Bumi Raya.
Menurut Arlin, kehadiran berbagai komunitas dan organisasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam membangun jejaring kewirausahaan yang inklusif dan kolaboratif.
“Ewa-Ko Fest bukan sekadar festival, tetapi menjadi tempat bertemunya para pelaku usaha untuk bertukar ide, membangun sinergi, memperluas jaringan, dan menciptakan inovasi baru agar produk-produk UMKM Makassar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
