Masuk

Pendakwah Yahya Waloni: Kau Tembak Sekalipun Saya Enggak Akan Pakai Masker

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pendakwah, Ustaz Yahya Waloni dengan tegas mengaku bahwa dirinya tidak akan pernah memakai masker saat keluar rumah meskipun situasi saat ini lagi pandemi Covid-19.

Lewat tayangan video ceramahnya di kanal Youtube Hadist TV seperti dilihat pada Minggu, 24 Januari 2021, Yahya Waloni mengaku sejak Covid-19 melanda Indonesia dirinya sudah enggan mengenakan masker.

Ia pun mengaku tak takut dengan sanksi dari pemerintah terkait kewajiban memakai masker demi mencegah penyebaran virus itu di tengah masyarakat.

Baca Juga: Meski Indonesia Memasuki Masa Endemi Covid-19, Masker Tetap Wajib Digunakan Bagi Warga dengan Kriteria Ini

Bahkan, Yahya Waloni juga tidak gentar sekalipun dirinya ditembak mati lantaran tak memakai masker tersebut.

“Dari awal saya enggak pernah pakai masker, sampai sekarang biarpun mati saya tidak enggak mau pakai masker. Jangankan denda, kau tembak mati sekali pun saya engak akan pakai masker,” tegas Ustaz Yahya Waloni.

Mengutip Hops.id, Yahya Waloni mengatakan bahwa dirinya memiliki perbedaan prinsip dengan istrinya terkait kewajiban memakai masker.

Baca Juga: Boleh Lepas Masker, Ridwan Kamil: Alhamdulillah Ya Allah

Istrinya, kata Ustaz Yahya, malah sangat rajin mengenakan masker. Kendati demikian, ia mengaku tak pusing dengan hal itu.

“Kalau istri saya mau pakai, kau pakai saja. Saya enggak mau. Karena kita nanti di surga beda-beda, gitu,” tegas Yahya Waloni.

Menurutnya, istrinya sudah berulang kali meminta Yahya untuk mengenakan masker, apalagi saat berceramah di depan jamaah.

Namun, Ustaz Yahya tetap bersikukuh untuk tak mengenakan masker tersebut lantaran ingin memegang teguh prinsipnya itu yakni sekali tidak maka tetap tidak selamanya.

Baca Juga: Muhammad Kece Resmi Divonis 10 Tahun Penjara, Warganet Bandingkan Dengan Yahya Waloni: Hukum di Negeri Ini Sudah Tidak Ada Artinya Lagi!

Yahya Waloni pun menegaskan bahwa selama ia hidup dirinya sama sekali tak pernah menghianati apa yang telah menjadi prinsipnya itu.

“Saya background-nya filsafat. Jadi kalau A, ya A. B ya B. Enggak pernah berubah jadi C. Sampai ke liang kubur tetap A kalau sekarang A. Apalagi kalau sudah meludah, tak boleh ditarik kembali,” ujarnya.