Terkini.id Makale – Setelah mendengar isu DMS (Dog Mountain Society) ikut masuk dalam ranah politik, dan menggiring salah satu paslon (pasangan calon) pada Pilkada Tana Toraja 2020, para pendiri DMS berkumpul.
Hal itu dilakukan untuk membahas, serta menegaskan menolak isu tersebut.
Minggu, 25 Oktober 2020
Berkumpulnya generasi pertama DMS ini, menjelaskan sejarah terbentuknya DMS, Yohanis Pagonggang, SH, MH juga menyebutkan beberapa nama teman-temannya kala itu sebagai pendiri DMS.
Ia menyebutkan beberapa nama, seperti Pdt Parantean Yusuf Pasereng, Bandot (Alm), Tato samara, Simson Sosang, Benyamin Parantean, Yusuf Tambaru, Tajuddin dan lainnya.
“Berbicara mengenai DMS, tidak terlepas dari Tana Toraja. Sejak berdirinya DMS mulai dari tahun 1967/1968 sampai saat ini. Ini adalah pertama kalinya bendera DMS dibawa oleh salah satu paslon,” beber Yohanis Pagonggang.
- Cetak SDM Pertanian Siap Kerja, 180 Mahasiswa Polbangtan Kementan Kantongi Sertifikasi Kompetensi
- Sekda Sulsel Ajak Perbankan dan Serikat Pekerja Bangun Ekonomi Inklusif
- Tembus Barisan Kedua, Veda Ega Pratama Start Posisi 6 di Moto3 Prancis 2026
- Dokter Koboi Kenang Sosok Almarhum Brigjen Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama Asal Makassar
- Muslim Woman Space Gelar 'MWS Connect Day 2026' Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Bertumbuh
Sedangkan Generasi kedua DMS, P.R Manukrante menyampaikan bahwa selama ada DMS, semua bendera berdiri di simpang lima.
“Jika ada paslon yang memakai bendera DMS, itu sudah sangat salah,”tegas
Manukrante.
Dijelaskan kembali juga bahwa DMS adalah organisasi sosial dan bebas orang, jangan pernah dibawa masuk ke dalam ranah politik.
“Organisasi ini dibentuk bukan untuk penggalangan politik, namun diutamakan pada kegiatan sosial dan kepemudaan,”terang, Yohanis Pagonggang lagi.
Bukan hanya itu, anggota DMS lainnya, Deddy Dores menyampaikan penjelasan juga terkait adanya isu yang beredar.
Menurut Deddy, berita bahwa DMS beralih ke THEZA, kemungkinan besar hanya isu saja yang belum tentu benar.
“Anggota DMS ada ratusan dan di dalam foto sepertinya tidak cukup 10 orang. Jadi kemungkinan hanya pemberitaan yang berlebihan,” pungkas Deddy Dores.
“Berkumpulnya generasi pertama DMS, sangat mengharapkan agar DMS tetap pada tujuannya yaitu bermasyarakat tidak ikut atau membawa nama ke dalam ranah politik,” tutup dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
