Terkini.id, Jakarta- Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta mendapat saran penanganan banjir dari Peneliti Perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna.
Yayat mengatkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Gubernur DKI Jakarta.
“Pertama, proyek sumbar daya air. Apakah sungai saluran yang jadi tanggung jawab DKI selesai dikeruk, dibersihkan, kemudian ditata untuk antisipasi musim hujan,” Ungkap Yayat pada Rabu, 13 Oktober 2021.
Yayat juga menekankan bahwa seharusnya penanganan banjir tidak dilakukan saat hujan, tetapi sebelum musim hujan datang.
Lebih lanjut Yayat mengatakan seperti yang kita tahu, musim hujan biasanya dimulai pada akhir November, dan puncaknya itu di bulan Desember atau Januari. Jadi, harusnya penanganan banjir dilakukan dari sekarang.
- Anies Baswedan Angkat Bicara Terkait Polemik JIS
- Perayaan Malam Tahun Baru di DKI Jakarta Hasilkan 74 Ton Sampah
- Helmi Felis Sebut Anies Baswedan Tercatat Sejarah: Kakek Sampe Neneknya Frontliner!
- Jubir PKB Dira Martamin Sebut Anies Baswedan Terkena Sindrom Thanos: Yang Paling Hebat!
- Kerap Sudutkan Anies, Politisi NasDem ke Ruhut: Lebih Baik Narasinya Seputar Gagasan
Kemudian, Yayat juga menyoroti soal kesiapan warga yang tinggal di daerah-daerah rawan banjir. Menurutnya, yang harus dipersiapkan adalah tempat penampungan.
“Kalau wilayah rawan banjir itu tidak bisa diatasi karena kawasan rendah, cukup parah. Hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana membuat panampungan, dalam konteks mengimbau membuat rumah lebih aman, misal membuat rumah dua lantai. Jadi, kalau banjir bisa mengungsi ke atas,” imbau Yayat.
Dilansir dari Kompas, Yayat juga mengingatkan perihal lokasi-lokasi strategis, khususnya pusat perekonomian. Dia mencontohkan banjir yang sering melanda wilayah Kemang, Jakarta Selatan.
“Contoh sungai di Kemang. Itu daerah ekonomi, elite, tapi rawan banjir. Jangan sampai kawasan ekonomi itu menjadi wilayah bencana ketika musim hujan,” tutur Yayat.
Lebih lanjut Yayat juga mempertanyakan kelanjutan proyek normalisasi sungai. Sebab, dia mengaku tidak mendengar kabar terbaru mengenai kelanjutan proyek tersebut.
“Apakah Pemprov DKI masih niat tidak untuk tahun akan datang melakukan normalisasi. Karena tahun ini tidak ada kabar terbaru. Karena kalau tidak dilakukan apa-apa, ya mengulang cerita lama,” sebutnya.
Yayat juga berbicara perihal target Anies banjir surut dalam 6 jam. Dia memprediksi target Anies tidak akan tercapai jika hujan yang mengguyur Jakarta ekstrem.
“Agak berat, kecuali hujan rata-rata normal. Takluk, KO. Kalau hujan ekstrem, apa yang dilakukan?” tanya Yayat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
