Terkini.id, Makassar – Pengamat Pemerintahan, Andi Luhur Prianto menilai pergantian Pj Wali Kota Makassar ibarat permainan sepak bola.
Kota Makassar, kata dia, sudah pernah ganti striker. Biasanya striker pengganti itu dianggap lebih bagus menjalankan instruksi pelatih.
“Kecuali memang pelatihnya yang tidak punya instruksi dan strategi permainan yg jelas,” kata Luhur, Kamis, 25 Juni 2020.
Akibatnya, kata Luhur, justru bikin bingung penonton. Pasalnya, striker sementara bertarung melawan wabah kenapa tiba-tiba diganti.
Menurutnya, dalam institusi pemerintahan, penempatan pimpinan tidak hanya berdasarkan pemenuhan syarat administratif dan kedekatan personal.
- PDAM Makassar Rampungkan Perbaikan Pipa Bocor 400 MM di Perintis Kemerdekaan
- Dari Desa Kanreapia ke Panggung Dunia, Jamaluddin Buktikan SATU Indonesia Awards Jadi Jalan Perubahan
- Astra Ajak Generasi Muda Makassar Jadi Agen Perubahan melalui SATU Indonesia Awards 2026
- Dekranasda Makassar Perkenalkan Warisan Budaya Gowa kepada Delegasi Internasional
- Makassar Bidik Investasi Global, Delapan Negara Tindak Lanjuti Hasil IGS 2026
Namun, juga butuh persediaan sumberdaya yang melimpah. Ia menilai sangat berlebihan mempromosikan pejabat-pejabat yang baru bermigrasi pada formasi jabatan yang tekanan politiknya sangat kuat.
“Pejabat seperti itu sulit membangun akseptabilitas warna-warna politik, sehingga misalnya sulit membedakan pengaruh warna merah dan biru,” ungkapnya.
Jabatan Penjabat Wali Kota Makassar ini langgam politik, pejabat administratif pun akan terseret pusaran arus politik elektoral. Apalagi, kata dia, tahapan Pilwali sudah di mulai kembali.
“Pergantian-pergantian seperti ini hanya memperlihatkan kualitas kepemimpinan Gubernur Sulsel dalam mengawal transisi pemerintahan di Kota Makassar,” terangnya.
Luhur menyebut warga Makassar disuguhi arahan kepemipinan tanpa arah (direction) dan penuh ketidakpastian.
“Semua dibangun berbasis interest politik elektoral. Penjabat wali kota yang datang dan pergi memang bukan pilihan warga kota,” ujarnya.
“Sejatinya, kota ini butuh pemimpin yang mampu menggerakkan solidaritas sosial lintas-batas, membangun kolaborasi dan punya strategi jitu melawan pandemi,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
