Makassar Terkini
Masuk

Korban Pelecehan Seksual Belum Melapor ke Pihak Kampus, Pimpinan UNM: Sulit Diselidiki

Terkini.id, Jakarta – Dugaan pelecehan seksual di ruang lingkup kampus kembali menyeruak, kali ini terjadi di Universitas Negeri Makassaar (UNM), Sulawesi Selatan.

Informasi tersebut viral setelah curhatan salah seorang korban kekerasan seksual melalui akun media sosial dan dimuat juga oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi UNM.

Beberapa  mahasiswi mengaku mendapat perlakuan pelecahan seksual oleh oknum dosen  dari Fakultas Tehnik (FT) UNM.

Menanggapi hal tersebut pihak kampus dalam pernyataannya melalui Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan UNM, Sukardi Weda saat dikonfirmasi oleh pihak Detik.com

“Sebaiknya memang yang merasa mengalami pelecehan seksual, diimbau untuk melapor ke pihak kampus,” katanya.

Sukardi Weda menegaskan pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada pelaku pelecehan seksual.

Sukardi merasa pihaknya cukup kesulitan menyelediki dugaan pelecehan seksual yang mana korbannya disebut-disebut cukup banyak. Untuk itu dia meminta korban berani melapor ke pihak kampus.

Sukardi tak menyangkal pelecehan seksual seringkali terjadi, entah di ruang publik atau pun di ruang-ruang tertentu yang jauh dari keramain. Misalnya di ruang kerja seseorang. Tidak terkecuali di lembaga pendidikan, seperti perguruan tinggi.

“Acapkali terjadi pelecehan seksual yang dilakukan civitas akademika kampus, baik itu atas perbuatan mahasiswa kepada teman sebayanya, oleh tenaga kependidikan kepada mahasiswa dan teman kerjanya, tak ketinggalan oleh dosen kepada mahasiswa bahkan kepada rekan kerjanya,” ucap Sukardi.

Dia pun tak menampik, pelecehan seksual seringkali dialami oleh mahasiswa saat bimbingan skripsi atau pun kegiatan lainnya yang memberikan ruang kepada sang predator untuk melakukan aksi bejatnya.

Diketahui awal mulanya kasus pelecehan tersebut terbongkar saat salah seorang korban kekerasan seksual curhat di media sosial, kemudian tersebar luas dan beberapa korban lainnya yang merasa di lecehkan pun ikut bersuara.

Menanggapi curhatan di media sosial tersebut, Sukardi mengatakan speak di media sosial tidak cukup membuat kasus untuk ditindaklanjuti lebih jauh, makanya pihak-pihak  yang mengalami kekerasan seksual segera melapor ke kampus

 “Speak up perlu diikuti dengan laporan, yakni yang merasa korban perlu melaporkan kejadian tersebut, supaya ada tindak lanjut,” jelasnya kepada pihak Profesi UNM.

Sukardi menambahkan, atas alasan apapun sangat tidak dibenarkan tindakan  kekerasan seksual, karena akan berdampak bukan hanya fisik namun gangguan psikis.