Terkini.id, Jakarta – Pengamat Terorisme, Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta, mengatakan perubahan strategi yang dilakukan Khilafatul Muslimin melalui acara keagaman, penggalangan dana dan bahkan konvoi, membuat ajaran kelompok itu lebih mudah menggaet simpatisan, bahkan ke seluruh sendi masyarakat.
Stanislaus Riyanta menilai strategi ini justru menyimpan ancaman yang sangat berbahaya.
Apa yang dilakukan oleh Khilafatul Muslimin, menurutnya, adalah gambaran perubahan strategi yang dilakukan oleh apa yang disebutnya sebagai “kelompok radikal teror”, yang telah meninggalkan cara kekerasan dan beralih ke cara non-kekerasan.
“Jadi, perubahan strategi ini akhirnya sangat berbahaya, karena bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat secara langsung. Kalau mereka bisa eksis di pemerintahan dan bisa mengambil keputusan, propaganda-propaganda mereka bisa menciptakan aksi-aksi teror pelaku tunggal”, Kata Stanislaus.
Perubahan strategi ini, kata Stanislaus, sudah dilakukan kelompok radikal Jamaah Islamiyah (JI), terbukti dalam penangkapan-penangkapan tersangka teroris belakangan yang antara lain aktivis partai politik dan karyawan BUMN.
- Mantan Amir Khilafatul Muslimin Ditangkap Usai Sebut Jokowi Komunis dan Pemerintah Anti Islam
- Warga Khilafatul Muslimin Berbagai Daerah Janji Setia Pada Pancasila, Chusnul: Alhamdulillah Bertobat Jadi Kadrun
- Waduh Anak-Anak Khilafatul Muslimin Diajak Kampanye di Jalanan: Rapatkan Barisan Dalam Sistem Khilafah!
- Mahfud MD: Khilafatul Muslimin Kita Sikat Kalau Dia Mengancam Ideologi
- Deklarasi Kebangsaan, Khilafatul Muslimin: Kami Menjunjung Toleransi Beragama dan Pancasila!
“Mungkin dia hanya survive, bersembunyi dulu. Lalu ketika mereka sudah berada di banyak tempat dan besar, mereka menemukan momentum, itu yang berbahaya. Ketika mereka bisa masuk ke seluruh sendi-sendi masyarakat itu yang sangat berbahaya,” tegasnya seperti dikutip BBC News Sabtu, 11 Juni 2022.
Sementara Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, menegaskan pihaknya harus bertarung melawan kelompok-kelompok radikal dengan menangkal wacana mereka, serta penguatan ideologi Pancasila.
“Mereka memang secara masif mampu memanipulasi, karena paling mudah kan agama dimanipulasi dan itu yang sebenarnya lebih berbahaya karena itu mereka mampu membangun emosional lewat kegiatan mereka,” jelas Romo Benny.
Adapun Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan Pancasila sudah disepakati sebagai dasar negara, maka dari itu ideologi khilafah, tidak bisa terapkan di Indonesia.
“Menurut saya, pemerintah tidak gegabah dalam membuat sikap, pasti berdasarkan penelitian, penelaahan, dan yang lainnya. Itu menurut saya, tapi saya juga enggak tahu, apa itu khilafatul muslimin itu,” katanya.
sebelumnya, pemimpin Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja diamankan pihak berwenang karena dianggap melakukan provokasi dan menyebarkan ideologi khilafah untuk menggantikan Pancasila.
Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, yang memimpin penangkapan tersebut mengatakan hasil penyidikan yang dilakukan timnya mengungkap bahwa kegiatan yang dilakukan kelompok ini sangat bertentangan dengan Pancasila.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
