Penganiayan Taruna ATKP, Keluarga: Aldama Pakai Helm Masuk Kampus

Tersangka penganiayaan Taruna ATKP yang telah ditetapkan oleh kepolisian, Selasa 5 Februari 2019.(ist)
Tersangka penganiayaan Taruna ATKP yang telah ditetapkan oleh kepolisian, Selasa 5 Februari 2019.(ist)

Terkini.id, Makassar – Polrestabes Makassar pada Selasa 5 Februari 2019 kemarin menggelar konferensi pers terkait meninggalnya taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, di Halaman Mako Polrestabes Makassar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo yang SIK memimpin langsung konferensi pers didampingi Kasat Reskrim Kompol Ujang Darmawan, SIK, SH,MH, serta Kasubbag Humas AKP Alex Dareda.

Atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan seorang taruna meninggal dunia bernama Aldama Putra Pangkolan (19), Kapolrestabes mengungkapkan telah menetapkan satu orang tersangka.

Satu orang tersangka tersebut yakni Muhammad Rusdi alias Rusdi (21) yang merupakan senior Aldama di kampus.

Rusdi diduga melakukan penganiayaan terhadap Aldama.

Dari informasi yang diterima pihak kepolisian, penganiayaan yang dilakukan Rusdi dikarenakan korban dianggap melakukan pelanggaran disiplin.

“Korban masuk kedalam Kampus ATKP tidak menggunakan helm usai izin bermalam di luar dan waktu itu dilihat sama senior-senior korban,” ungkap Kapolrestabes Makassar.

Lanjut Kombes Pol Wahyu, penganiayaan terjadi pada minggu 03 Februari 2019 malam hari.

Saat itu, korban dipanggil masuk oleh seniornya di asrama Alfa Barak atau Kamar Bravo 6 untuk menghadap.

“Korban diperintahkan melakukan sikap taubat, setelah itu dilakukan tindakan fisik memukul dada korban beberapa kali hingga terjatuh,” dia.

Setelah korban terjatuh, pelaku sempat memberikan pertolongan pertama dengan memberikan nafas buatan dan juga korban dibawa ke RS Sayang Rakyat namun nyawa korban lelaki AL tidak tertolong lagi dan meninggal dunia.

Pelaku juga dijerat dengan pasal 338 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHP pidana ancaman hukuman 7 Tahun dan maksimal 15 Tahun penjara.

Tanggapan Keluarga

Mengetahui alasan pihak senior tentang pemukulan Aldama karena tidak pakai helm saat pulang dari Izin Bermalam Luar (IBL), keluarga korban pun meradang.

Paman korban, Samna, menilai senior Aldama yang menganiaya sudah fitnah.

Menurut pengakuan tersangka, Aldama dipukul karena melanggar kedisiplinan berupa tidak pakai helm saat masuk kampus.

“Yang antar bapaknya sendiri dan saat itu dari rumah lengkap dengan helm karena jarak dari rumah ke kampus sangat jauh,” katanya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini