Pengembang Belum Serahkan 527 PSU ke Pemerintah Kota Makassar

Kebutuhan rumah terus meningkat
Ilustrasi Kawasan Perumahan

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar Fathur Rahman mengatakan, saat pengembang belum menyerahkan PSU ke pemerintah daerah maka bukan hanya masyarakat yang rugi, tetapi juga berdampak ke pemerintah sendiri.

“Hal itu secara legalitas pemerintah tidak punya kewenangan secara administratif untuk melakukan pembangunan dan perawatan PSU yang berada di area perumahan,” ungkapnya, Senin 19 Agustus 2019.

Ia menambahkan bahwa PSU menjadi sulit untuk dicatat. Belum lagi, kata dia, pemeliharaan saluran air jadi terkendala.

Ia pun meminta peran aktif pengembang untuk menyerahkan PSU secara terbuka dan sukarela. Hal itu, kata dia, merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar.

“Perda Kota Makassar no. 9 tahun 2011 pasal 14 ayat 1 yang berbunyi, PSU yang akan diserahkan telah mengalami pemeliharaan pengembang paling lama satu tahun terhitung sejak selesainya pembangunan,” ungkapnya.

527 PSU Belum Diserahkan

Staf Ahli Wali Kota Makassar Taufik Rahman mengatakan, sampai saat ini, terdapat 527 perumahan yang PSU-nya belum diserahkan ke pemerintah kota.

Dari 245 pengembang di Kota Makassar, mulai 2006-2017, terdapat 543 site plan perumahan, hingga saat ini baru 16 perumahan yang diserahkan PSU-nya.

“Lima dalam proses penyerahan,” kata Taufik saat ditemui di sela-sela kegiatan Penyerahan PSU Perumahan di Hotel Golden, Makassar, Senin 19 Agustus 2019.

Dia mengatakan, pertumbuhan penduduk di Kota Makassar terbilang cepat, lantaran pesatnya pembangunan. Hal itu memerlukan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) umum yang memadai sebagai salah satu urusan wajib pemerintah kota.

“Mulai dari perumahan dan kawasan pemukiman, kawasan perdagangan dan jasa, perkantoran, pariwisata, serta kawasan industri dan pergudangan,” kata Taufik.

Ia pun menyebut salah satu strategi mewujudkan kelancaran dan ketertiban umum.

“Seperti melakukan sosialisasi PSU sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran bagi pengembang dan masyarakat,” ungkapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini