Terkini.id, Nabire – Peristiwa penganiayaan yang menewaskan seorang sopir truk asal Polman di Dogiyai, pada Minggu 23 Februari 2020 lalu membuat sejumlah sopir melakukan aksi mogok.
Seperti diketahui, seorang sopir truk, yakni Yus Yunus dikeroyok warga di hadapan polisi karena dikira menabrak seorang warga Papua dan seekor babi.

Yus Yunus meregang nyawa dengan luka di bagian kepala. Kematian Yus Yunus ternyata membuat sejumlah rekan-rekan driver Trans Nabire-Paniai melakukan aksi mogok.
Akun Facebook Sigit Giring mengabarkan, bahwa mereka selaku para rekan driver menuntut sikap tegas pihak kepolisian atas kematian Yus Yunus.
- Daftar Pemain dan Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026
- Program Satu Telur Sehari Ramaikan Hari Anak Nasional, Demi Mencegah Stunting
- Tiga Siswanya ke Madinah Belajar Alquran, Ramli Rahim Berharap Jadi Generasi Pelanjut
- Wali Kota Makassar Munafri: APBD Bukan Sekadar Angka, Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
- PSM Makassar Sumbang Satu Pemain ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

“Aksi damai mogok kami dr rekan-rekan driver trans Nabire-Paniai. Untuk memperjuangkan kasus almarhum rekan kami Yus Yunu,” tulis akun tersebut.
Dalam aksi itu, mereka menghadang para sopir untuk sementara tidak melintas ke pedalaman. Hal ini agar aksi serupa tidak terjadi lagi. Aksi ini mengundang reaksi warganet yang turut memenuhi kolom komentar.




“Pokoknya cuma bisa dukung bang semoga dapat keadilan buat Almarhum…Yus Yunus,” tulis Edy Wasito.
“Lanjutkan kawan kawan kami yg jauh hnya bisa bantu Do’a smoga ini pembelajaran buat semua biar ada efek jera dan tidak terulang kembali..,” tulis Agus Azam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
