Terkini.id, Makassar – Ratusan massa aksi dari pekerja tempat hiburan malam (THM) Kota Makassar berunjuk rasa di Balai Kota Makassar. Mereka mengancam akan menginap bila tak bertemu Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.
Terlihat, di sela-sela orasi aksi, massa aksi memainkan musik DJ.
“Kalau Pj wali kota tidak temui kita, kita nginap di Balai Bota,” kata Ketua Asosiasi Hiburan Makassar (AUHM) Zulkarnain Ali Naru, Rabu, 10 Februari 2021.
Zul, sapaannya, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap berada di Balai Kota hingga bertemu Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.
Sementara, salah satu orator perwakilan AUHM mengatakan akan menggoyangkan Balai Kota Makassar.
- Brigade Pangan Sulbar Naik Kelas, Kementan Bekali SDM dengan Teknologi Pertanian Terkini
- BPBD Makassar Hadirkan Tiga Terobosan Sekaligus: 23 Ribu Relawan, SIGAP PESISIR, dan Siaga Kekeringan
- Salam Sehat Indonesia di Makassar Besok, Wahdah Islamiyah Gelar Talkshow hingga Layanan Kesehatan Gratis! Yuk Ramaikan
- Mubes Perdana MHDC Perkuat Fondasi Organisasi, Rolling Thunder Tebarkan Semangat Persaudaraan
- LP2M UNM Dampingi UMKM Pulau Lakkang Kembangkan Produk Bernilai Tambah
“JIka tidak ada kebijakan dari wali kota, kita akan goyangkan tempat ini!” kta orator aksi yang disambut riuh massa.
Unjuk rasa tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar melanjutkan pembatasan jam malam hingga 23 Februari 2021.
Mereka menilai aturan tersebut terkesan tebang pilih karena hanya berorientasi pada jenis usaha tertentu. Selain itu, dianggap akan membunuh keberlangsungan bisnis hiburan malam.
Padahal, ada ribuan tenaga kerja dibawah naungan AUHM yang mengeluh soal isi perut. Mereka terancam tidak berpenghasilan akibat pemberlakuan pembatasan jam malam yang diterapkan Pemkot Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
