Terkini.id, Makassar – Ratusan massa aksi dari pekerja tempat hiburan malam (THM) Kota Makassar berunjuk rasa di Balai Kota Makassar. Mereka mengancam akan menginap bila tak bertemu Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.
Terlihat, di sela-sela orasi aksi, massa aksi memainkan musik DJ.
“Kalau Pj wali kota tidak temui kita, kita nginap di Balai Bota,” kata Ketua Asosiasi Hiburan Makassar (AUHM) Zulkarnain Ali Naru, Rabu, 10 Februari 2021.
Zul, sapaannya, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap berada di Balai Kota hingga bertemu Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.
Sementara, salah satu orator perwakilan AUHM mengatakan akan menggoyangkan Balai Kota Makassar.
- 118 Badan Eksekutif Mahasiswa dan Mentan Amran Bertemu Berdialog Program Prioritas Pemerintah
- Mentan Amran Rangkul dan Siapkan Mahasiswa Jadi Penerus Arah Pertanian Nasional
- Pemkot Makassar Matangkan IGS 2026, Targetkan Investasi Global dari 49 Negara
- Hasil Lab Ungkap Penyebab 28 Siswa Rumbia Jeneponto Sakit Usai Makan MBG
- Misteri Kasus MBG di Jeneponto Belum Terjawab, Hasil Uji Lab Tertutup, FRK Desak Dinkes Transparan
“JIka tidak ada kebijakan dari wali kota, kita akan goyangkan tempat ini!” kta orator aksi yang disambut riuh massa.
Unjuk rasa tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar melanjutkan pembatasan jam malam hingga 23 Februari 2021.
Mereka menilai aturan tersebut terkesan tebang pilih karena hanya berorientasi pada jenis usaha tertentu. Selain itu, dianggap akan membunuh keberlangsungan bisnis hiburan malam.
Padahal, ada ribuan tenaga kerja dibawah naungan AUHM yang mengeluh soal isi perut. Mereka terancam tidak berpenghasilan akibat pemberlakuan pembatasan jam malam yang diterapkan Pemkot Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
