Pj Rudy Urus Dana Hibah di Jakarta, Pengunjuk Rasa Urus Izin Nginap di Balai Kota

Pj Rudy Urus Dana Hibah di Jakarta, Pengunjuk Rasa Urus Izin Nginap di Balai Kota

K
A
Kamsah
Administrator

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pegawai hiburan yang tergabung dalam Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar yang menggelar unjuk rasa di Balai Kota gagal menemui Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Kesbangpol Kota Makassar, Haeruddin Thamrin akhirnya menemui pihak massa aksi, sebagai perwakilan Pj Wali Kota Makassar.

Haeruddin menjelaskan, saat ini, Rudy sedang berada di Jakarta, untuk menemui Kementrian Pariwisata, dan Kementrian Keuangan. Hal itu dalam rangka mengurus pencairan dana hibah pariwisata.

“Saya mewakili Pj wali kota menyampaikan permintaan maaf, karena beliau tidak dapat bertemu langsung, dikarenakan Pak Pj harus ke Jakarta jam 3 subuh tadi, bersama pak Anggiat Sinaga untuk mengurus dana hibah,” ujar Haeruddin, Rabu, 10 Februari 2021.

Namun, ia berjanji akan menyampaikan tuntutan massa aksi Rudy Djamaluddin saat tiba di Makassar.

Baca Juga

“Saya berjanji akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan, dan mengakomodir agar teman-teman bisa diundang langsung bertemu pak Pj di rumah jabatan,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Kordinator Aksi, Asrul menyampaikan bahwa sesuai kesepatan sebelumnya, jika massa aksi akan bermalam di Balai Kota hingga Pj Wali Kota Makassar menemui mereka.

“Sesuai hasil konsolidasi kemarin, jika Pak Pj tidak kunjung menemui kami, maka kita akan menduduki kantor Balai Kota, atau menginap di sini,” tegasnya.

Kendati begitu, Asrul mengatakan akan terlebih dahulu berkordinasi dengan pihak Polsek Ujung Pandang.

“Apakah hal itu diperbolehkan atau tidak. Dan jika tidak, maka besok kami akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak,” ungkapnya.

Saat ini massa aksi yang tergabung salam AUHM, masih tinggal di Balai Kota Makassar sambil melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian.

Sebelumnya, dalam orasinya, Kordinator Aksi, Asrul mengatakan jika Rudy Djamaluddin tidak kunjung menemui mereka, maka pihaknya akan menurunkan massa yang lebih besar.

“Kami di sini hanya ingin bertemu dengan pemimpin kami, bapak kami, agar segera menemui kami, jika Pj wali kota tetap tidak ingin bertemu, maka kami akan membawa massa yang lebih besar,” tegasnya.

Ia mengatakan alasan pihaknya menolak PPKM lantaran sangat merugikan pihak usaha hiburan malam.

“Kami mau makan apa? kalian (pegawai pemkot) enak masih tetap digaji, ini masalah perut Pak,” tuturnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.