Terkini.id, Makassar – Pengusaha hiburan di Makassar yang tergabung dalam Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) mengeluhkan aturan pembatasan operasional yang dikeluarkan Pemerintah Kota Makassar.
Ketua AUHM Makassar, Zulkarnain Ali Naru mengatakan akibat pembatasan jam malam hingga pukul 22:00 Wita, Tempat Hiburan Malam (THM) jadi korban kebijakan. Pasalnya, jenis usaha tersebut banyak beraktivitas hingga dini hari.
Menurutnya, kebijakan tersebut kurang tepat. Dia mengaku bingung dan mempertanyakan apakah covid-19 hanya akan menular pada malam hari saja.
“Covid-19 itu malam saja kah menularnya? Kenapa kita yang dilarang. Coba lihat itu toko Agung, Bintang, lebih banyak orang berkumpul di situ,” kata dia, Selasa, 12 Januari 2020.
Zulkarnaen juga menyebut dampak pemberlakuan jam malam dirasakan ribuan tenaga kerja yang menggantungkan hidup di sektor hiburan malam.
“Ada ribuan tenaga kerja terdampak. Tidak bisa bayar kost, pinjam uang, tidak bisa bayar listrik, belum lagi biaya sekolah anak, hingga urusan perut mereka,” tambahnya.
- 118 Badan Eksekutif Mahasiswa dan Mentan Amran Bertemu Berdialog Program Prioritas Pemerintah
- Mentan Amran Rangkul dan Siapkan Mahasiswa Jadi Penerus Arah Pertanian Nasional
- Pemkot Makassar Matangkan IGS 2026, Targetkan Investasi Global dari 49 Negara
- Hasil Lab Ungkap Penyebab 28 Siswa Rumbia Jeneponto Sakit Usai Makan MBG
- Misteri Kasus MBG di Jeneponto Belum Terjawab, Hasil Uji Lab Tertutup, FRK Desak Dinkes Transparan
Terlebih, kata Zul, bantuan dana hibah dari kementrian pariwisata belum juga diterima oleh para pelaku usaha dan karyawan. Pasalnya, bantuan tersebut gagal cair di tahun 2020.
“Harus ada keadilan dari pengambilan kebijakan itu. Pegawai pemerintah itu enak, jelas terima gaji tiap bulan,” ucapnya.
Zulkarnain menyodorkan alternatif yakni menempatkan petugas satgas Covid-19 di setiap THM untuk pengawasan.
Sehingga jika ada yang ditemukan, langsung diberi sanksi dan disikapi jika melanggar protokol kesehatan atau kelebihan kapasitas.
“Lebih bagus itu protkes di tempat hiburan malam, coba petugas cek di sana,” ujar Zul.
Zul pun berharap pemerintah dapat mengevaluasi aturan yang dibuat dan membuat kebijakan yang benar-benar bijak serta adil bagi masyarakat.
“Kalau bicara masalah ekonomi, kami industri malam yang paling berasa dampaknya. Ini yang penting ada pemasukan supaya ada yang bisa diberikan kepada karyawan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
