Penjabat Walikota Mengaku Belum Terima Nama Calon Direksi Perumda Air Minum

Penjabat Walikota Makassar

Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Subaeb mengakui hingga saat ini belum menerima nama-nama yang lolos tahapan seleksi lelang direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar periode 2020-2025.

“Belum dilapor. Siapa tau sebentar” ungkap Iqbal, Rabu, 12 Februari 2020.

Iqbal tidak dilibatkan untuk penentuan jajaran direksi PDAM. Timsel akan langsung mengusulkan satu nama yang mengantongi skoring tertinggi.

Iqbal mengatakan mempercayakan sepenuhnya proses lelang Perumda Air Minum Kota Makassar ke tim seleksi. Dia meyakini calon peserta yang dihasilkan tim seleksi bisa memberikan perubahan positif terhadap perusahaan.

Anggota Timsel Perumda Air Minum, Munadhir Mubarak menyampaikan para peserta lelang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi.

Menarik untuk Anda:

Dia menyebut timsel akan melaksanakan rapat pleno untuk menentukan posisi masing-masing direksi.

“Kita akan rapat pleno menentukan posisi Direktur Utama, Direktur Umum, Direktur Keuangan, dan Direktur teknik,” kata Munadhir.

Lantas nama-nama peserta yang menduduki kursi direksi akan langsung disetor Iqbal Suhaeb selaku kuasa pemilik modal (KPM).

Kendati begitu, Nadir belum mau membeberkan empat peserta yang lolos seleksi sampai tahap akhir.

“Pak wali langsung terima nama berikut dengan posisinya, nanti disampaikan (nama-namanya) setelah kita rapat pleno,” ujarnya.

Dari 28 total peserta yang mendaftar lelang direksi Perumda Air Minum Kota Makassar hanya 16 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Mereka adalah Asdar Ali, Ayyub Absro, A Mattalatta, Andi Askandar, Andi Nurjaya, Andi Bayuni Marzuki, Basri Tompo, H Sulprian, Hamzah Ahmad, H Imran Rosadi Adnan, Irawan Abadi, Irfan Ali, M Idris Tahir, Lukman Hakim, Tiro Panaroan, dan Yasir.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tes Usap Massal di Kecamatan Makassar, Naisyah: Tidak Capai Target

Aktivis Perempuan Nilai Fatmawati Rusdi Figur Jempolan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar