Penumpang Pesawat di Luar Jawa-Bali Bisa Pakai Rapid Antigen, Masyarakat: Gak Tahu

Penumpang Pesawat di Luar Jawa-Bali Bisa Pakai Rapid Antigen, Masyarakat: Gak Tahu

Isak Pasabuan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Kebijakan baru pemerintah mengenai syarat penumpang pesawat di luar Jawa dan Bali yang memperbolehkan menggunakan hasil tes rapid antigen untuk berpergian rupanya belum semua masyarakat tahu.

Kebijakan baru itu diatur dalam Inmendagri Nomor 56 Tahun 2021 tentang Perubahan Inmendagri Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Hal itu terbukti saat terkini.id mewawancarai salah seorang warga di Bandara Sultan Hasanuddin. Meskipun pihak bandara menyiapkan tes rapid antigen, PCR hingga vaksi Covid-19.

“Saya mau ke Jayapura, tadi suda tes PCR. Gak tahu kalau bisa antigen,” kata Ani asal Papua saat diwawancarai di terminal keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Minggu 31 Oktober 2021.

Ani mengaku baru tahu setelah ditanya perihal ini. Iapun mengaku bersyukur karena harga PCR sudah turun. Namun dirinya juga berharap harga bisa lebih rendah lagi.

Baca Juga

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Wahyudi yang diwawancara mengatakan, dengan adanya perubahan aturan tentunya akan berdampak terhadap penerbangan.

Apalagi, sebelumnya sudah ada peningkatan terhadap jumlah penerbangan sebesar 10 persen.

“Dari 19 ribu menjadi 22 ribu. Ini merupakan suatu awal yang baik bagi transportasi penerbangan. Apalagi, harga PCR juga diturunkan, ditambah lagi masa berlakunya tiga kali 24 jam,” sebut Wahyudi.

Wahyudi memastikan, rapid antigen juga diberlakukan bagi penerbangan yang mempersyaratkan sesuai aturan pemerintah.

“Cuma kalau kita dari Jakarta atau Bali tentu harus PCR,” terangnya.

Lanjut, ia mengatakan dimasa pandemi, pihaknya tidak terlalu fokus pada target mengingat situasi pandemi yang masih berlangsung.

“kita hanya ikut kebijkan pemerintah saja, bagaimana prokes yang layak,” ucapnya.

sementara itu, Staf Humas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Frida yang turut diwawancara menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan semua fasilitas tes di bandara termasuk vaksin.

“Bagi penumpang Makassar-Kendari misalnya, itu bisa menggunakan Tes Rapid Antigen. Apalagi kalau yang belum vaksin itu bisa. Kalau mau ke Jawa-Bali kan minimal vaksin dosis pertama jadi bisa sekaligus di sini, yang dibutuhkan hanya vaksinasi dosis satu, tes rapid PCR atau Antigen saja,” kata Frida.

Dia secara rinci tidak mengetahui berapa stok vaksin maupun layanan rapid di situ. Tetapi sejauh ini stoknya tidak pernah bermasalah dan terus ada.

Harga tes sendiri untuk rapid antigen sebesar Rp109 ribu, sementara harga PCR sudah turun menjadi Rp300 ribu berlaku 3×24 jam. Sementara antigen hanya berlaku 1×24 saja

“Bukanya setiap hari, kalau habis baru dibilang habis. Tapi sejauh ini tersedia terus. Jadi penumpang bisa melakukan tes di bandara atau pun sebelum ke sini bisa dilakukan di klinik,” kuncinya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.