“Kok bisa ada kebakaran cepat sekali melebar kebakarannya, peristiwanya di tengah hujan keras . cepat sekali beredar. Kan ini memunculkan spekulasi,” sebutnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya Ichsan Abduh Hussein menyebut segera merelokasi pedagang yang terdampak kebakaran di Pasar Sentral Makassar.
“Nanti secepatnya (dipindahkan ke lokasi baru),” tuturnya.
Kendati begitu, pihaknya belum menentukan lokasi yang akan disiapkan. Namun, ia menegaskan akan memilih lokasi terbaik. Dia pun menduga kebakaran tersebut murni kecelakaan.
“Inikan kita untuk sementara ini kami menganggap ini adalah force majeure. Karena kami belum mendapat informasi awal,” ucap Ichsan.
Sebelumnya, pada 2018 lalu, ratusan pedagang Pasar Sentral Makassar bersikukuh menolak direlokasi ke tempat yang baru New Makassar Mal yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar lantaran tidak sesuai dengan harga yang diberikan pihak pengembang, Melati Tanggal Inti Raya (MTIR).
“Kami menolak untuk dipindahkan karena harga lods tidak sesuai yang disepakati. Kami akan tetap bertahan sampai ada kesepakatan,” tegas Juru bicara Asosiasi Pedagang Makassar Mal (APMM), Zainuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
Menurutnya, harga yang diberikan MTIR tidak rasional, sebab per meter yang dijual seharga Rp100 juta atau Rp1 juta per cm.
Padahal sebelumnya harga yang akan disepakati hanya Rp42.180 juta per meter sehingga hal ini memicu pedagang siap bertahan sampai harga tersebut disepakati.
“Kami baru mau pindah kalau harga sudah cocok, ada 1.800 pedagang yang sudah punya SK bersitifikat. Kami berharap pemerintah kota berpihak kepada kami, bukan pada pengembang,” ujarnya menegaskan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
