Penyuluh BDLHK Makassar Bersama KTH Lakukan Penangkaran Lebah Trigona Jenis Itama

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar-Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang beralamat di Jalan P. Kemerdekaan Km. 17,5 Makassar bersama penyuluh pendamping Eva melaksanakan penangkaran lebah Trigona jenis Itama di Dusun Penggalungan bersama anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) didusun tersebut. Jumat, 26 September 2020.

Ketua Kelompok Tani Hutan Jumardin dan anggotanya bersama Eva, seorang penyuluh dari BDLHK Makassar berjalan menyusuri jalan yang lumayan terjal, berkelok diantara lembah hutan Bulusaraung.

Kebetulan lokus penangkaran lebah Trigona berada di segitiga bermuda, antara Kabupaten Pangkep, Kabupaten Bone dan Barru, warga lebih akrab menyebut 3 lokasi tersebut dengan istilah ‘segitiga bermuda’.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu terasa cepat sekali, dikarenakan antusiasme warga yang tergabung dalam KTH begitu tinggi, saking penasaran tentang budidaya dan cara panen. Lebih dari itu sebanyak 15 orang warga membutuhkan informasi seputaran pemasaran madu Trigona.

“Kami sangat senang karena warga yang berada disekitar hutan KHDTK Tabo-Tabo begitu antusias, mendengar pemaparan dari team,” kata Eva.

Menarik untuk Anda:

Eva melanjutkan, cara kami mendekatkan penangkaran lebah ini kepada masyarakat antara teori dan praktek agar lebih cepat difahami, sekaligus diimplementasikan oleh masyarakat sekitar KHDTK Tabo-Tabo.

“Pembelajaran dilapang langsung pada sasaran, pengenalan lebah ratu, lebah pekerja, lebah jantan juga hasil berupa madu, pollen dan propolis dikenalkan secara langsung,” tambahnya.

“Keberhasilan penangkaran lebah harus ada makanan, ada sarang yang telah ditandai dilapangan, bisa juga membelah koloni yang ada,” terang Eva kepada warga yang serius menyimak penjelasannya.

Menurut Eva selaku penyuluh, lebah cenderung bersarang dilobang batu, tanah dan pohon dan penangkar atau pebolang akan mencari sarang liar di alam. Persiapan yag perlu dilakukan, seperti peralatan kotak atau peti lebah tempat koloni baru, kotak berbentuk persegi panjang berukuran variatif, akan tetapi umumnya, ketinggiannya 40 sampai 45 cm, lebar 10 cm dan tinggi kotak 10 cm.

“Kotak di kedua ujung ditutup, satu sisi ditutup rapat dan satu sisi knockdown, maksudnya bisa dibuka dan tutup. Untuk personal use memakai baju lengan panjang, ujung lengan dipasang atau memakai karet, tujuannya agar lebah tidak mudah masuk, kelengkapan lain memakai masker dan sarung tangan,” bebernya lanjut.

Lanjutnya, proses pembongkaran sarang yang di batu, di tanah atau pohon harus hati-hati agar lebah tidak kabur atau swarming.

Pengenalan koloni perlu dijelaskan pada peserta agar faham, siapa lebah ratu dan apa fungsinya, yang mana lebah pekerja. “Uniknya lebah pekerja penghasil madu justru lebah betina. Sedang lebah jantan dikenal tukang kawin,” terang Eva, Penyuluh dari BDLHK Makassar.

Sementara lebah ratu adalah lebah betina yang memimpin sebuah koloni. Ukuran dari lebah ratu paling besar dibanding jenis lainnya dalam koloni tersebut. Tugasnya untuk berkembang biak menghasilkan telur-telur baru lebah sampai berumur 5 tahun generasi selanjutnya.

“Lebah pekerja adalah lebah anakan yang lahir dari hasil perkawinan lebah ratu dengan lebah jantan. Dalam satu koloni setidaknya ada 30 ribu sampai 60 ribu ekor lebah pekerja yang ukurannya paling kecil jika dibandingkan dengan lebah ratu dan jantan. Tugasnya adalah membangun sarang lebah sebagai tempat bertelurnya lebah ratu, mengumpulkan makanan (berupa nektar, pollen, tepung sari dan air), memberi makan lebah ratu dan jantan, menjaga sarang dari musuh, dan membersihkan sarang,” urai Eva.

Sedangkan lebah jantan adalah lebah yang berukuran lebih besar dari lebah pekerja, namun tak lebih besar dari lebah ratu. Jumlah lebah jantan dalam satu koloni hanya ada ratusan ekor saja. Tugasnya mengawini lebah ratu agar koloni bisa semakin besar jumlahnya.

“Siklus kehidupan lebah madu meliputi lebah ratu yang memiliki lebah pekerja dan lebah jantan yang saling hidup bersama membentuk sebuah koloni. Kemudian ratusan lebah jantan akan memperebutkan

satu lebah ratu untuk dikawini. Setelah perkawinan selesai, lebah jantan biasanya akan mati,” sambungnya.

Selanjutnya, lebah ratu akan bertelur dan meninggalkan telur-telurnya disarang. Telur akan berkembang menjadi larva dan menetas menjadi lebah selama waktu sekitar 43 hari.

Lebah baru yang menetas terdiri dari tiga jenis lebah yang sama seperti sebelumnya. Yakni lebah ratu, lebah jantan, dan lebah pekerja. Salah lebah jantan yang berhasil mengawini atau membuahi lebah ratu akan mati.

“Penangkaran ini harus difahami oleh backeeper. Vekpoint pertama melihat kondisi sarang lebah, kemudian membongkar secara perlahan, usahakan sarang jangan hancur, harus dipastikan ada lebah ratu, ada telur, ada madu, ada polen, jangan lupa agar perpindahan lebah lebih cepat sarang diolesi propolis, dipintu masuk dan sekitaran dinding bagian dalam,” ujarnya.

Untuk pengambilan sarang ada baiknya disisakan sedikit agar lebah yang tinggal dapat membentuk koloni baru ditempat tersebut. Dukungan pakan yang melimpah juga menentukan keberhasilan penangkaran.

“Madu lebah Trigona jenis Itama di pasaran nilai jualnya lebih bagus dari Madu Cerana, juga Propolis dan Pollen,” tutup Eva.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

SMK Negeri 2 Barru Raih Juara LKS Tingkat Nasional Bidang Automobile Technology

Tim SPORC Brigade Maleo Bersama Polda Sulbar Tangkap Pengusaha Kayu Tanpa Ijin

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar