Terkini – Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, transisi energi, dan tuntutan pembangunan inklusif, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi. Keberlanjutan bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Hal ini selaras dengan tujuan perusahaan: meningkatkan kualitas kehidupan dan menjadi bagian dari transformasi masa depan yang lebih baik.
Perseroan telah mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam strategi bisnisnya. Komitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang yang bermanfaat bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, karyawan, pemerintah, dan masyarakat sekitar, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup.

Salah satunya diwujudan dengan melakukan restorasi dan konservasi kawasan pesisir, hingga pengelolaan sampah. Dua usaha ini sedang digalakkan perusahaan pertambangan berkelanjutan di Luwu Timur dalam beberapa tahun terakhir.
Daerah pesisir di Luwu Timur, mendapatkan perhatian besar dari kelompok-kelompok masyarakat, pelestari alam, komunitas pecinta laut, warga pesisir, hingga PT Vale. Sejumlah entitas itu bersama-sama, bersinergi melakukan konservasi, memulihkan ekosistemnya.
- Rayakan 6 Tahun, PINTU Dorong Ekosistem dan Adopsi Crypto Nasional
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
- Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027, Fokus Tekan Stunting dan Lindungi Kelompok Rentan
- Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
Bagian-bagian dasar laut yang gersang dipasangi jangkar besi (web spider) untuk menumbuhkan terumbu karang, lalu sekitar pesisir ditanami mangrove, dan masyarakat sekitar ditanamkan rasa cinta pada lingkungan.
Perusahaan kode emiten INCO ini menggulirkan program restorasi kawasan pesisir dan pengelolaan sampah berbasis komunitas di Luwu Timur, dengan demi mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah operasionalnya di Sulawesi Selatan.
Anak perusahaan dari Holding Industri Pertambangan MIND ID tersebut, telah menjalankan program konservasi laut dan danau dalam dua tahun terakhir. Untuk tahun 2025, fokus konservasi laut difokuskan di wilayah pesisir Malili, meliputi pengembangan pembibitan mangrove, transplantasi terumbu karang, serta kajian restorasi padang lamun.
Director of External Relations PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan 4.000 bibit mangrove dan menargetkan penanaman 5.000 pohon di Desa Pasi-Pasi. Selain itu, mangrove tracking yang pada tahun lalu dibangun sepanjang 100 meter, akan ditambah 200 meter guna mendukung edukasi dan pengembangan wisata pesisir.
“Transplantasi karang pada tahun lalu kita lakukan dengan menenggelamkan 40 unit web spider di pantai sekitar Desa Harapan, dengan sekitar 1.000 fragmen karang yang dikembangkan. Kami juga mulai mengkaji potensi restorasi padang lamun di Desa Harapan tahun ini. Tahun ini, kita akan lakukan lagi transplantasi karang dengan memasang 50 web spider,” ujar Endra.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
