Kegiatan konservasi ini melibatkan sekitar 30 orang dari berbagai kelompok, seperti Yayasan Konservasi Cinta Laut Indonesia, lembaga lokal, dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). PT Vale Indonesia juga menggelar pelatihan kepada kelompok perempuan untuk pengolahan hasil laut, sebagai bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat pesisir.
Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
Di sisi lain, PT Vale turut mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis komunitas atau waste management based on community. Program ini ditujukan untuk mengatasi kondisi darurat sampah di Luwu Timur melalui pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) serta infrastruktur pendukung ekonomi sirkular.
Penguatan sistem pengelolaan sampah dilakukan mulai dari rumah tangga melalui pembinaan sekitar 20 bank sampah di sekolah dan desa. Perusahaan tambang nikel terkemuka di Indonesia ini juga tengah mengadakan mesin conveyor, hybrid, pengayak kompos, dan mesin press untuk mendukung proses daur ulang dan pemrosesan sampah.
“Pembangunan infrastruktur seperti rumah maggot dan rumah kompos juga dilakukan untuk mendukung ekonomi sirkular,” jelas Endra. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada awal Agustus 2025, setelah tahap pelatihan dan uji coba peralatan rampung.
Sebagai upaya mendukung pengolahan limbah berbasis ekonomi kreatif, perseroan juga bekerja sama dengan Bumdesma Anatowa untuk mengolah limbah plastik jenis HDPE menjadi furniture seperti kursi. Program ini mulai berjalan dengan melakukan studi banding ke Precious Plastic Bandung, salah satu usaha kreatif yang mengolah sampah plastik di kota itu.
Pengolahan Sampah RDF
- Asmo Sulsel dan Polres Gowa Edukasi Safety Riding bagi Siswa SMAN 20 Gowa
- Cetak SDM Pertanian Profesional, Polbangtan Kementan Monitoring Mahasiswa Magang di Batu Malang
- BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan RI Kompak Tingkatkan Perlindungan Pekerja Rentan di Sulawesi-Maluku
- Polbangtan Kementan, Dorong Generasi Muda, Bangun Startup Pertanian dan Peternakan Kompetitif
- Kini Lebih Nyaman, Warung Pallumara dan Ayam Tolping Tanjung Pindah Lokasi di Sawerigading
Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT Vale membangun pengolahan sampah dengan teknologi teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) di sekitar Enggano Camp.
Bupati Luwu Timur, H Irwan Bachri Syam, menyampaikan, selain tempat sampah TPS3R, PT Vale Indonesia juga akan membangun RDF tersebut untuk mengolah sampah dalam skala besar.
Proses izin rencana pembangunan pengelolaan Sampah teknologi RDF sementara dalam pengurusan dan rencana pembangunannya dimulai tahun 2026 mendatang.
Adapun untuk pengelolaan sampah, PT Vale Indonesia menargetkan pengurangan sampah 30% dan penanganan 70% pada 2025, sesuai dengan kebijakan nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017.
Program Pengendalian Ikan Invasif di Danau Matano
Sebelumnya, melalui Laporan Keberlanjutan 2024, PT Vale Indonesia mencatat bahwa upaya konservasi lingkungan juga dilakukan di Danau Matano, dengan kegiatan seperti survei populasi ikan, pengendalian ikan invasif, dan penanaman tanaman air hydrilla sebanyak 2 ton untuk bahan kompos. Program ini melibatkan komunitas diving dan kelompok muda melalui BUMDes Nikkel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
