Ini Perbedaan Peluru Tajam, Peluru Hampa dan Karet

Terkini.id, Jakarta – Peristiwa kerusuhan yang terjadi pada dini hari 22 Mei 2019, membuat berbagai pihak ikut terprovokasi.

Sebelum menyimpulkan siapa yang salah dan jahat dalam peristiwa tersebut, sebaiknya menunggu proses penyelidikan kepolisian.

Seperti diketahui, dalam kasus tersebut, ratusan demonstran mengalami luka-luka. Bahkan ada 6 korban yang meninggal dunia karena disebut-sebut terkena tembakan polisi.

Selain itu, sejumlah peluru, termasuk selongsong peluru ditemukan di sejumlah titik di sekitar lokasi kerusuhan.

Sementara itu, di sisi lain, polisi menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersenjatai anggotanya dengan senjata api.

Nah, sembari menjaga diri untuk tidak memprovokasi maupun ikut menyebar hoax, ada baiknya menyimak perbedaan antara peluru tajam, peluru karet dan peluru hampa.

1. Peluru Tajam

Peluru tajam merupakan peluru yang digunakan dalam perang, dan untuk melumpuhkan hingga membunuh orang.

Peluru tajam berupa proyektil bersama dengan selongsong, bubuk mesiu, Rim, dan primer.

Proyektil peluru tajam (pada bagian ujung) ini terbuat dari metal.

Saat pengguna menembak, maka pistol memantik proyektil peluru dengan energi kinetik hingga bubuk mesiunya meledak, dan proyektil bisa melesat ke sasaran.

2. Peluru Hampa

Peluru hampa merupakan peluru senjata api yang berisi mesiu tetapi tidak memiliki proyektil pada ujung, sehingga tidak berbahaya.

Peluru hampa cuma berupa selongsong dan penyumbat mesiu pada ujung dan penggunaannya untuk memberi suara peringatan dan kilatan api saja.

Peluru hampa biasanya dipakai untuk simulasi, pengambilan gambar film, hingga bunyi penanda pada olahraga balap lari.

3. Peluru Karet

Peluru karet biasanya cuma dipakai untuk latihan anggota TNI, dan bukan untuk melukai. Bahannya berupa bahan lunak elastis. Selain berbahan karet, biasanya berbahan plastik.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Cerita Saut Situmorang yang Batal Mundur dari KPK

Terkini.id, Jakarta - Saut Situmorang sebelumnya ramai dibicarakan lantaran mengundurkan diri dari posisinya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, Saut menerangkan bahwa dirinya tidak mengundurkan diri.