Perjuangkan Hutan Adat, Film Bara (The Flame) Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Perjuangkan Hutan Adat, Film Bara (The Flame) Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Film dokumenter Bara (The Flame) mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Waktu produksi film tersebut sejak 2014-2021. Film dokumenter ini merupakan karya Arfan Sabran

Bara (The Flame) mengisahkan tentang kehidupan nyata seorang pria lanjut usia bernama Iber Djamal (77 tahun) sebagai penduduk asli Kalimantan yang mempertaruhkan sepanjang hidupnya untuk mendapatkan hak waris hutan adatnya.

Bara (The Flame) merupakan kolaborasi dengan Yayasan Dian Sastrowardoyo (YDS) dan merek busana Sejauh Mata Memandang.

“Banyak yang dipertaruhkan dari karya ini. Semoga ini bisa jadi renungan, kontemplasi untuk bumi dan kehidupan kita ke depan,” kata Arfan Sabran di Mal Panakkukang XXI, Jumat, 3 Desember 2021.

Film ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan berbagai isu penting lingkungan hidup, khususnya pelestarian hutan adat di berbagai wilayah.

Baca Juga

Menurutnya, film ini mengajak masyarakat agar turut serta dalam upaya melindungi lingkungan hutan adat di Indonesia.

“Film yang juga bertujuan memaparkan isu krisis iklim dan lingkungan hidup yang telah menjadi permasalahan besar di negara ini,” sebutnya.

Ia berharap film dokumenter ini bisa membuka mata masyarakat dan menumbuhkan semangat generasi muda untuk mulai berinisiatif melakukan berbagai hal sederhana dalam melindungi dan melestarikan hutan di Indonesia. 

“Kita bisa belajar bersama-sama dari perjalanan hidup Pak Iber Djamal yang terus berusaha keras untuk mempertahankan hutan adatnya,” ucapnya 

Lewat film ini, Arfan juga mengangkat sisi kekeluargaan, bagaimana beliau mengajarkan cucunya untuk mengenal ekosistem tumbuhan, binatang hingga barang peninggalan para leluhur adat Kalimantan.

“The Flame” merupakan film dokumenter panjang pertama yang disutradarai oleh Arfan Sabran dan diproduseri oleh Gita Fara. 

Film ini telah tayang di Vision du Reel Film Festival di Swiss pada April 2021, DMZ International Documentary Film Festival di Korea pada September 2021, BIFED Ecology Film Festival di Turki pada Oktober 2021, dan Jogja NETPAC Asian Film Festival pada November 2021. 

Selanjutnya, film dokumenter ini akan tayang perdana di Singapore International Film Festival pada Desember 2021 nanti. Film The Flame juga berhasil meraih nominasi Festival Film Indonesia 2021 untuk kategori film dokumenter panjang terbaik.

“Bagi kami, masyarakat adat, hutan merupakan jantung dan paru-paru kehidupan yang merupakan bentuk penghormatan kami kepada para leluhur hingga memiliki peran penting untuk keberadaan ekosistem tumbuhan dan binatang yang hidup saling berdampingan,” kata Iber Djamal.

Iber berharap besar kepada penerus generasi muda di Indonesia untuk mulai membantu perjuangan hutan adat. 

“Hutan adat adalah identitas kita bersama. Semoga film ini dapat ditonton oleh berbagai pihak dan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.