Terkini.id, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi global secara perlahan mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19 dan invasi Rusia-Ukraina.
Menurut IMF, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan tetap tumbuh 3,0% di tahun 2023, yang masih lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan sebelum pandemi.
Sementara itu, tingkat inflasi di berbagai negara mulai terkendali sejak pertengahan tahun 2023.
Namun demikian, prospek ekonomi global masih dibayangi oleh perlambatan ekonomi China akibat melemahnya permintaan dalam negeri.
Di Indonesia, prospek pertumbuhan ekonomi tetap baik, didukung oleh permintaan domestik yang cukup kuat.
- Kinerja 2025 Moncer, Adira Finance Hadirkan Promo Ramadan hingga Program Mudik Gratis 2026
- Dampak Penggabungan Adira Finance dan Mandala Finance ke Indonesia Timur
- Teken Dua Aksi Korporasi Adira Finance, Tegaskan Komitmen Pertumbuhan Berkelanjutan
- Hadir di DXPO Makassar 2024, Adira Finance Berikan Solusi Pembiayaan Sesuai Kebutuhan Konsumen
- Adira Finance Area Sumapa di Tahun 2023, Tumbuh 18%
Di sisi lain, kinerja ekspor di kuartal ketiga tahun 2023 mengalami perlambatan seiring melemahnya permintaan global dan turunnya harga komoditas.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik dapat tumbuh di kisaran 5,11%-5,15% pada kuartal ketiga tahun ini.
Tingkat inflasi terkendali di level 2,28%, dan tingkat suku bunga BI7DRR masih terjaga di level 5,75% pada September 2023.
Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar Rupiah melemah sepanjang sembilan bulan terakhir menjadi Rp15.526/USD.
Hingga akhir September 2023, industri otomotif mencatatkan pertumbuhan yang positif.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
