Terkini, Jakarta — Adira Finance mencatatkan kinerja bisnis yang solid sepanjang 2025. Capaian tersebut menjadi fondasi perusahaan untuk menghadirkan berbagai program bagi masyarakat selama Ramadan 2026 melalui kampanye “Jalani Ramadan dengan Tenang Bersama Adira.”
Program ini mencakup solusi mobilitas, finansial, hingga perencanaan ibadah, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci.
Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, mengatakan Ramadan merupakan momentum penting bagi perusahaan untuk menghadirkan pertumbuhan bisnis yang sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Ramadan adalah momentum ketika kebutuhan masyarakat meningkat, baik untuk mobilitas, konsumsi, maupun perencanaan ibadah. Sebagai perusahaan pembiayaan, peran kami bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan ketenangan melalui solusi yang lebih terencana dan bertanggung jawab. Bagi Adira, pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang berjalan seiring dengan nilai dan manfaat yang kami berikan kepada masyarakat,” ujar Made dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta.
Kinerja 2025 Tumbuh, Pembiayaan Capai Rp43,2 Triliun
- PT Vale Terus Perkuat Tata Kelola ESG, Skor Risiko Keberlanjutan Turun Hampir 20 Persen pada 2025
- Wali Kota Munafri: Makassar Half Marathon 2026 Hidupkan Pariwisata dan UMKM, Effect bagi PAD Kota
- PT Nindya Karya Sampaikan Duka Mendalam Atas Musibah di Proyek Sekolah Rakyat Takalar
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Kompak Hadiri Sannipata Waisak 2570 BE/2026
- LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Siap Gelar Pelantikan dan Raker, Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Umat
Sepanjang 2025, Adira Finance mencatatkan pembiayaan baru sebesar Rp43,2 triliun, atau tumbuh 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, piutang pembiayaan meningkat 13 persen menjadi Rp63,4 triliun, mencerminkan tingkat kepercayaan konsumen yang tetap terjaga.
Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan pendapatan Rp12,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,5 triliun. Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) sebesar 2,0 persen.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani, menyebut fundamental bisnis yang kuat menjadi bekal penting untuk menghadapi dinamika industri pembiayaan.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar. Likuiditas tetap terjaga, kualitas pembiayaan terus membaik, dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
