Pernyataan Mendag Soal Stok Minyak Goreng Melimpah Disinggung Nicho: Berarti Jelas Dong Kalian Sengaja Menimbun Sehingga Terjadi Kelangkaan

Pernyataan Mendag Soal Stok Minyak Goreng Melimpah Disinggung Nicho: Berarti Jelas Dong Kalian Sengaja Menimbun Sehingga Terjadi Kelangkaan

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi baru-baru ini mengatakan jika stok minyak goreng di Indonesia melimpah. Pernyataannya itu pun mendapat singgungan keras dari pegiat media sosial, Nicho Silalahi.

Singgungan Nicho itu dilontarkan dalam sebuah cuitannya di media sosial Twitter yang menyebut jika jelas ada kesengajaan menimbun minyak goreng sehingga terjadi kelangkaan seperti sekarang ini.

Cuitan bernada sindiran itu diposting melalui akun Twitter Nicho_Silalahi pada, Rabu 9 Maret 2022. Dia menyebut dalam cuitannya jika pernyataan Mendag ini bertolak belakang dengan keadaan sekarang dan juga sehubungan dengan sindirannya mengenai manfaat PTPN beberapa waktu lalu.

“Giliran kusinggung manfaat PTPN yang punya perkebunan sawit dan subsidi Taipan 7,5 T tapi menghasilkan kelangkaan minyak goreng kini kalian bilang Stok Minyak Goreng Melimpah, Melebihi Kebutuhan Nasional”, cuit Nicho.

Pernyataan Mendag Soal Stok Minyak Goreng Melimpah Disinggung Nicho: Berarti Jelas Dong Kalian Sengaja Menimbun Sehingga Terjadi Kelangkaan
Screenshot cuitan Nicho Silalahi (Twitter).

“berarti jelas dong kalian sengaja menimbun sehingga terjadi kelangkaan”, cuitnya lagi.

Baca Juga

Sebelumnya, pernyataan Mendag Lutfi yang mengatakan stok minyak goreng melimpah disampaikan berdasarkan hasil penerapan kebijakan DMO per 14 Februari sampai 8 Maret 2022 terkumpul 573.890 ton atau sekitar 20,7 persen dari total ekspor CPO.

“Ini terkumpul dalam 23 hari. Jadi kalau di-convert setara dengan 2 liter untuk kebutuhan per bulan untuk seluruh rakyat Indonesia”, kata Mendag Lutfi.

Dia juga mengatakan jika dari jumlah tersebut kita mendapatkan RBD Plam Olein sebanyak 463.886 ton dan CPO sebanyak 110.004 ton. Sehingga total DMO yang telah terdistribusi mencapai 415.787 ton dalam bentuk minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan.

“Pendistribusian DMO telah melebihi perkiraan kebutuhan konsumsi satu bulan yang mencapai 327.321 ton”, tambahnya.

Namun, setelah melakukan operasi pasar untuk menijau minyak goreng di Pasar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu 9 Maret 2022, Mendag juga mengakui jika harga minyak masih mahal di pasar tradisional dibanding dengan ritel modern yang sudah menjual dengan harga 14 ribu per liter.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.