Perpus Sejarah UNM Hadirkan Diskusi, Sejarah Wabah di Indonesia

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Mahasiswa pendidikan sejarah UNM menghadirkan pemateri dengan bahasan sejarah dan penanganan wabah di Indonesia
Mahasiswa sejarah UNM hadirkan diskusi dengan tema sejarah wabah dan penanganannya di Indonesia, pada hari Senin, 4 Mei 2020.

Terkini.id, Makassar Persebaran virus corona hampir mematikan kegiatan para penggiat kampus, termasuk kalangan mahasiswa di Makassar. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online, sehingga para mahasiswa banyak yang memilih pulang ke kampung halaman.

Akibatnya, banyak aktivitas mahasiswa yang lumpuh lantaran ditinggal pulang anggotanya dan tak bisa mengadakan kegiatan di lingkungan kampus.

Namun seolah tak kehabisan akal, lantaran para mahasiswa masih saja memiliki cara untuk mempertahankan tradisi intelektual bernama diskusi. Mahasiswa pengurus Perpustakaan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar (UNM) misalnya.

Perpustakaan Program studi (Prodi) sejarah UNM, salah satu unit yang dikelola oleh mahasiswa di kampus tersebut mengalihkan diskusi tatap muka dengan diskusi dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan fitur live Instagram pada hari Senin, 04 Mei 2020.

“Bagaimana Agar agenda tetap berjalan meskipun dengan metode beda dan kekinian, kita hadirkan pemateri yang lebih milenial,” Ujar Khaeruddin salah satu dosen di Prodi Pendidikan Sejarah UNM memberikan apresiasi kepada mahasiswanya.

Menarik untuk Anda:

Judul yang diangkat pada sesi diskusi itu membahas mengenai Sejarah Wabah dan Penanganannya di Indonesia.

Teknis dan subtansi pun tak kalah, acara dibuka oleh moderator, Ira Risfiana, dilanjutkan pemaparan materi Narasumber dan dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab.

Tampak yang menjadi pemateri pada diskusi kali ini yakni, Firdaus Hadi Santosa, S.Pd, M.Pd, dosen pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta, dipercayakan membawakan materi tentang sejarah Wabah era Kolonial, Pemateri kedua di lanjutkan oleh Yanuar Al-Fiqri, S.Pd, M.Pd, dosen Pendidikan Sejarah Universitas Riau dengan lanjutan materi sejarah Wabah era Kontemporer.

Dalam pemaparannya Firdaus Hadi mengemukakan jenis wabah berbahaya sudah terjadi di masa kolonial Hindia Belanda, seperti penyakit cacar, pes, dan kolera. Adapun Yanuar lebih menitikberatkan pembahasannya pada masa pasca kemerdekaan di mana Indonesia pernah diserang wabah malaria di tahun 1950-an.

Ketua Umum pengurus Perpustakaan Prodi pendidikan Sejarah, Arjung mengharapkan melalui kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat khususnya mahasiswa dengan cara menyampaikan bahwa wabah Penyakit ini sudah ada sejak zaman kolonial maupun di daerah kontemporer, dan tentu semua menjadi pengalaman sejarah bahwa virus ini sudah muncul sebelumnya tinggal selanjutnya bagaimana cara kita meyikapi wabah Penyakit ini.

“Hendaknya mahasiswa, masyarakat dan pemerintah mampu berkoordinasi dengan baik dalam menyikapi wabah Penyakit ini,” tuntas pria asli Pangkep itu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Amien Rais : Seorang Presiden Tidak Boleh Terjebak Mentalitas Koncoisme

Bahas Wisata, Kades Langda Adakan Diskusi Santai dengan Direktur Poltekpar Makassar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar