Perputaran Uang Selama Beautiful Malino 2019 Capai Rp 28 Miliar

Pemandangan pedagang aneka kuliner di Pasar Sentral Malino Kabupaten Gowa

Terkini.id,Malino – Beautiful Malino 2019, acara tahunan ini tak hanya mengesankan para wisatawan dengan keindahan alam dan budayanya. Ternyata acara ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat

kota Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa.

Sedikitnya, ada sekitar 70-an pengunjung yang rela antre dan bermacet macetan ingin menyaksikan event yang sudah memasuki edisi ketiga itu.

Bahkan perputaran uang di acara tersebut diprediksi sangat fantastis. Sejak 12 hingga 14 Juli 2019, gelaran Beautiful Malino diyakini mampu mendatangkan Rp 28 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Sophian Hamdi mengatakan, nilai ini jika diestimasi dari hasil jika dirata-ratakan dari 70 ribu pengunjung mengeluarkan uang sebesar Rp400.000 ribu per orang untuk kebutuhan penginapan, belanja makan/minum dan kebutuhan lainnya.

Aneka jualan para pedagang di Pasar Sentral Malino

“Tentunya perputaran uang yang cukup besar ini akan meningkatkan income perkapita masyarakat bukan hanya di kota Malino, tetapi juga masyarakat Kabupaten Gowa secara menyeluruh,” tuturnya.

Lanjut Sophian menjelaskan bahwa Beautiful Malino 2019 ini mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasalnya kata Dia, sejak awal pihaknya hanya menargetkan sebanyak 60 ribu pengunjung atau seperti pencapaian tahun lalu. Hanya saja sesuai data dan laporan petugas di lapangan ternyata jumlah pengunjung Beautiful Malino yang hadir mencapai di angka sekitar 70 ribu orang.

“Kita harapkan jika kegiatan ini terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak maka pelaksanaannya di tahun depan semoga dapat lebih besar dan meriah lagi,” tutupnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Malino, Kasmi mengatakan penjualannya mengalami peningkatan setiap event Beautiful Malino digelar. Walau peningkatannya tidak seberapa tetapi dirinya mengaku bisa mencapai hingga 20 persen ke atas.

“Syukur Alhamdulillah daganganku naik penjualannya. Peningkatannya kira-kira sampai 20 persen. Hanya saja banyak pembeli mengaku terjebak kemacetan sehingga banyak yang telat belanja atau malas singgah di pasar,” ujarnya.

Harapannya semoga event ini berlanjut terus dan pemerintah bisa memikirkan atau membenahi persoalan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan lagi.

“Terima kasih kami ucapkan kepada pemerintah kabupaten Gowa yang sudah menyelenggarakan event ini. Alhamdulillah ini bisa menjadi angin segar bagi kami dalam meningkatkan penjualan,” terangnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini