Persejasi Pinrang dan KORMI Pinrang Bakal Laksanakan Sosialisasi Walking Football

Persejasi Pinrang dan KORMI Pinrang Bakal Laksanakan Sosialisasi Walking Football

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini, Pinrang – Perkumpulan Sepakbola berjalan Seluruh Indonesia (Persejasi) Kabupaten Pinrang bersama dengan Komite Olahraga Masyarakat Seluruh Indonesia (KORMI) Kabupaten Pinrang akan melakukan kegiatan Sosialisasi di Lapangan Basket Lapangan Lasinrang pada Minggu, 2 November 2025.

Persejasi Pinrang merupakan salah satu Induk olahraga (Inorga) KORMI yang diakui keabsahannya di Kabupaten Pinrang. Terdapat 9 Inorga yang diakui di Kabupaten Pinrang, yakni: Pergatsi, IOSKI, KOSTI, Persejasi, ASIAFI, ASKI, BMX, Pelangi, Portina.

Menurut Jamaluddin selaku Ketua Persejasi Pinrang, kegiatan sosialisasi ini akan dilaksanakan dari pukul 05.30 sampai pukul 11.00. Kegiatan sosialisasi ini dirangkaikan juga dengan kegiatan aksi Donor darah PMI Kabupaten Pinrang.

Bentuk sosialiasi, kata Jamaluddin, yakni dengan mengajak langsung masyarakat sekitar yang sementara berolahraga pagi untuk ikut serta bermain sepakbola berjalan sambil dijelaskan aturan dan cara mainnya, serta pembagian brosur dan merchandise terkait walking football.

Secara regional, persejasi Sulsel telah memiliki pengurus Provinsi dan terdapat 5 pengurus kabupaten / kota yang telah aktif, yakni : Kota Makassar, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Gowa, Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Jeneponto.

Persejasi Pinrang dan KORMI Pinrang Bakal Laksanakan Sosialisasi Walking Football
Baca Juga

Walking football mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 2010-an, namun perkembangannya baru masif sejak 2020-an seiring dengan peluncuran resmi oleh berbagai pihak dan pembentukan organisasi seperti Persejasi. Olahraga ini dipopulerkan untuk warga senior, terutama mereka yang berusia di atas 35 tahun atau 50 tahun ke atas, sebagai alternatif kegiatan fisik yang minim cedera.

Sepak bola berjalan adalah varian sepak bola yang dimainkan dengan berjalan, bukan berlari, untuk meminimalkan risiko cedera. Aturan utamanya adalah tidak boleh berlari, melakukan tekel, atau sliding, dengan prinsip “zero accident” atau tanpa kecelakaan. Olahraga ini dirancang untuk berbagai usia, terutama bagi mereka yang berusia lanjut atau memiliki keterbatasan fisik untuk bermain sepak bola tradisional.

Aturan Dasar :

-,Tidak boleh berlari: Pemain hanya boleh berjalan, meskipun boleh berjalan dengan kecepatan cepat atau pelan.

– Tidak boleh menebas (tackling): Perebutan bola tidak boleh dilakukan secara fisik, dan tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan.

– Tidak boleh sliding: Pemain tidak diperbolehkan melakukan gerakan sliding untuk merebut bola.

– Bisa menggunakan bola datar: Sepak bola berjalan dapat dimainkan di lapangan yang lebih kecil seperti futsal atau mini soccer dengan jumlah pemain antara 5-7 orang per tim.

– Tujuan utama: Selain bermain sepak bola, tujuan utama adalah untuk rekreasi sehat dan aman, serta untuk menghindari cedera (prinsip zero accident).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.