Terkini.id, Jakarta – Perseteruan antara Partai Demokrat Kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang nampaknya masih terus bergulir, bahkan kali ini Panglima TNI Jenderal Andika ikut terbawa-bawa.
Belum lama ini, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku menerima bisikan dari senior TNI soal tabiat Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
Dari seniornya, AHY mendapat penjelasan tentang sosok yang keras kepala dan kerap menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan, termasuk membeli hukum.
Juru Bicara Partai Demokrat kubu KLB Deli Serdang, Muhammad Rahmad menilai pernyataan AHY tersebut telah merendahkan derajat penegak hukum di Indonesia.
“Pertanyaan kami kepada AHY, hukum mana yang bisa dibeli dan siapa yang bisa dibeli? Janganlah AHY merendahkan para penegak hukum kita di Indonesia, bahwa mereka bisa dibeli,” ucap Rahmad, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis 25 November 2021.
- 38 DPD Demokrat se-Indonesia Dukung AHY Jadi Ketua Umum
- Dampingi Menteri AHY Serahkan 50 Sertipikat, Pj Gubernur Sulsel: Ini Memberikan Kepastian Hukum
- Konsolidasi dan Temu Caleg, AHY Optimis Demokrat di Sulsel Tambah Kursi DPR RI
- Ke Makassar, AHY Akan Beri Pengarahan ke Seluruh Caleg Demokrat di Sulsel
- Soroti Pertemuan Gibran dan AHY, dr Tifa: Jangan Diikuti!
Bahkan, menurut Rahmad, pernyataan AHY itu menyiratkan bahwa putra sulung SBY itu masih memiliki orang dekat di TNI yang kerap memberi masukan.
Ia mempertanyakan sosok senior tersebut yang memberi masukan ke AHY bahwa hukum bisa dibeli. Terlebih, dengan demikian, kata Rahmad, ada sosok TNI yang mencampuri urusan politik Demokrat sebagai partai oposisi.
“Sejak kapan TNI mencampuri urusan partai politik Demokrat yang standing politiknya saat ini adalah oposisi Pemerintah?” ujarnya.
Pertanyaan tersebut berbuntut hingga menyinggung Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa. Rahmad meminta Jenderal Andika segera menjelaskan kepada publik terkait kebenaran pernyataan AHY.
“Panglima TNI tentu harus menjelaskan kepada publik dan mengungkapkan fakta fakta, apakah yang disebut AHY itu benar? Jika benar, tolong dijelaskan, apa motif petinggi TNI yang rajin memberi masukan kepada AHY, Ketua Umum Partai Oposisi Pemerintah itu?” sambungnya.
Melalui siaran video dari Amerika Serikat, AHY sehari sebelumnya mengaku kerap menerima masukan dari seniornya di internal TNI tentang sosok Moeldoko yang keras kepala.
Pernyataan itu disampaikan AHY sebagai respons atas putusan PTUN yang menolak gugatan Moeldoko terkait KLB Deli Serdang.
“Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI, KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai,” tutur AHY dalam jumpa pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu 24 November 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
