Terkini.id, Jakarta – Pelatih biliar Khairuddin Aritonang atau Choki akan dilaporkan balik oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.
Selama berpolemik Choki dinilai mengeluarkan kata-kata tak pantas salah satunya dengan menyebut Edy Rahmayadi itu jahanam, hal ini membuat Edy dan pengacaranya mempertimbangkan akan buat laporan ke polisi.
“Kita sedang mempertimbangkan buat laporan juga, ngomong kata jahanam, itu kan penistaan juga, kita pertimbangkan untuk buat laporan polisi,” kata pengacara Edy Rahmayadi, Junirwan Kurnia, Kamis, 6 Januari 2022.
Seperti yang dikutip dari Cnnindonesiacom. Kamis, 6 Januari 2022, Junirwan mengatakan penyebutan jahanam itu sangat kasar dan masuk dalam rana penistaan.
Menurutnya ucapan itu sama sekali tidak memiliki relevansi dengan polemik yang dihadapinya dengan Edy Rahmayadi.
- Soal Holywings, Bobby Nasution: Jangan Ikut Nutup Tapi Landasannya Nggak Kuat
- Buat Marah Ukraina, Gubernur Sumut: Kalau Saya Putin, Ukraina Diserang Sejak 3 Tahun Lalu!
- Edy Rahmayadi: Andai Saya Putin, Ukraina Saya Serang Sejak Dulu
- Bah! Kedatangan Ketum Demokrat ke Sumut tak Disambut Gubernur Edy Rahmayadi, sebagai Capres AHY kok Bangga?
- 1,1 Juta Kilogram Minyak Goreng Ditimbun, Gubernur Sumut: Jangan Coba-coba Bermain di Atas Penderitaan Rakyat!
“Kata jahanam, itu coba lihat kamus besar Bahasa Indonesia artinya apa? terkutuk bahkan dalam pemahaman orang islam identik dengan neraka. Apa relevansinya kan nggak ada relevansinya? tujuannya kan hanya memang ingin menista,” ujar Junirwan.
Meskipun demikian, Junirwan belum memastikan kapan laporan akan disampaikan.
“Kita lihat perkembangan ke depan,” ujarnya.
Tindakan Choki yang melaporkan Edy ke Polda Sumut hanya gara-gara dijewer saat penyerahan hadiah atlet PON juga disesalkan oleh Junirwan. Ia menilai tindakan Choki ditunggani oknum tertentu.
“Itu kan (masalah) internal, kenapa di blow up, apa sih tujuannya? kalau mau lapor, lapor saja, kalau cukup buktinya, silakan. Tapi masalahnya sekarang kenapa di besar-besarkan, dilaporkan, segala macam. Saya menduga ada yang menunggangi,” ujar dia.
Menurut Junirwan saat acara itu, Edy Rahmayadi memposisikan dirinya sebagai pembina yang sedang membina jajarannya. Ia juga menyampaikan bahwa kasus ini terlalu didramatisir.
“Itu gubernur sesuai undang undang No 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional, kan sebagai pembina. Jadi (kasus ini), terlalu didramatisir lalu di blow up ke media,” papar Junirwan
Khoiruddin Aritonang dijewer dan diusir Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi saat acara pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih PON XX di Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin, 27 Desember 2021 siang.
Dalam video yang beredar, Edy sedang memberikan kata sambutan di acara tersebut. Lalu Edy memanggil Choki pelatih biliar PON di Papua karena tak tepuk tangan. Edy memanggilnya naik ke atas panggung. Edy menanyakan identitas, asal hingga posisinya di dalam kontingen. Choki kemudian menjawab dirinya adalah pelatih.
“Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini,” kata Edy sambil menjewer pelatih biliar itu.
Terdengar tawa di antara hadirin. Namun sesaat kemudian suasana terdengar tegang. Kemudian Edy Rahmayadi meminta agar pelatih itu tak berada di dalam ruangan. Bahkan Edy juga menyebutnya sontoloyo.
“Tak usah dipakai lagi. Kau langsung keluar. Tak usah di sini,” ucap Edy dalam rekaman video tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
