Pertamina Mengaku Bertanggung Jawab Terhadap Tumpahan Minyak di Laut Makassar

Minyak milik Pertamina bocor dan sampai di dekat Pelabuhan Makassar, Kamis 21 Mei 2020

Terkini.id, Makassar – Unit Manager Communication dan CSR MOR VII Sulawesi Hatim Ilwan mengatakan, bahan bakar minyak yang tumpah di laut akibat kebocoran pipa Pertamina.

“Jadi bukan dari kapal tapi dari kebocoran dari pipa. Saat melakukan pengisian bahan bakar untuk kapal,” kata dia kepada terkini.id, Jumat 22 Mei 2020.

Saat ini pihak Pertamina masih melakukan pendataan terkait kebocoran pipa tersebut.

Saat terjadi kebocoran, Hatim mengatakan, beberapa menit petugas dari Pertamina langsung melakukan antisipasi dengan menghentikan proses pengisian bahan bakar.

“Itu setelah kami melihat ada kebocoran kemudian kami setop operasi dulu,” kata dia.

Baca juga:

Setelah itu, pihaknya langsung melakukan tindakan sesuai dengan SOP dengan memasang oil boom untuk mengurung minyak yang sudah terlanjur tumpah ke perairan.

Jenis minyak yang tumpah tersebut adalah low sulphur fuel oil (LSFO). Termasuk jenis minyak yang agak berat untuk bahan bakar mesin kapal.

Minyak tersebut tersebut terdisfeksi menyebar lebih luas dengan cepat ketika masuk ke perairan. Kendati bisa diantisipasi, namun sudah ada yang terlanjur menyebar.

“Kejadian hari Rabu pagi (20 Mei 2020) dan arus lumayan kencang karena perubahan pasang surut sehingga sebarannya ikut terdampak,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Pertamina, minyak yang tumpah di perairan dekat Pelabuhan Makassar sekitar 11 liter. Namun penyebarannya dengan cepat meluas.

“Kami langsung koordinasi dengan pihak terkait, baik Syahbandar, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi yang lain,” ungkapnya.

Halim mengatakan sudah melakukan uji sampling untuk memastikan adanya pencemaran atau tidak.

Dia mengatakan, pada hari Kamis, 21 Mei 2020, sudah hampir bersih area yang terdampak. Hanya saja, sisanya, secara kasat mata masih ada.

Namun, kata dia, secara umum wilayah perairan sudah bersih. Ia mengatakan juga berfokus tehadap biota laut yang mungkin ikut terdampak akibat kebocoran bahan bakar minyak kapal tersebut.

Ia pun memastikan pihak Pertamina bertanggung jawab terhadap kebocoran tersebut.

“Sejak awal kami sudah berkoordinasi. Kami pastikan kami bertanggung jawab,” pungkasnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Andi Iskandar mengatakan, DLH akan turun lagi hari ini untuk memastikan dampak lingkungan yang disebabkan kebocoran bahan bakar milik Pertamina.

Penelusuran Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Sulawesi Selatan terhadap tumpahan minyak berwarna hitam di laut Kota Makassar menemukan fakta, minyak sudah tersebar dan terdampar di sekitar Pelabuhan Makassar dan pesisir Pulau Lae-lae.

“Kami kategorikan sebagai pelanggaran berat. Harus segera dilakukan penindakan hukum,” kata Direktur Eksekutif WALHI Suslel Muhammad Al Amin

Komentar

Rekomendasi

Pria Ini Diramalkan Tawaf Sendirian di Kabah 20 Tahun Lalu, Kini Jadi Kenyataan

Pesan Imam Besar Istiqlal untuk Jemaah Jika Masjid Dibuka saat New Normal

Heboh Arah Kiblat Masjid Mengarah ke Utara, Diduga Ajaran Sesat

Sudah Disekolahkan Hingga Jadi Dokter, dr A Malah Putuskan Hubungan dengan Orang Tua

Warga Protes Perwali Makassar Soal Sekolah: Anak Kami Bukan Kelinci Percobaan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar