Terkini, Jakarta — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan dengan berpartisipasi pada Sustainable Circular Economy Forum yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (19/11).
Pada kesempatan ini, AFT Hasanuddin bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memamerkan inovasi pemanfaatan limbah organik menjadi pakan alternatif bebek petelur sebagai bagian dari implementasi ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
AFT Hasanuddin merupakan penyedia BBMP pertama dan satu-satunya di Indonesia yang bermitra resmi dengan BGN dalam pengelolaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Inovasi ini tidak hanya mengurangi volume limbah yang berakhir di TPA, tetapi juga terbukti meningkatkan produktivitas Kelompok Ternak Laleng Kessie binaan Pertamina di Desa Baji Mangngai, Kabupaten Maros.
Selain dimanfaatkan sebagai pakan ternak, limbah organik dari dapur SPPG yang tidak dapat dikonsumsi bebek juga diolah untuk budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF), yang merupakan sumber protein ramah lingkungan bagi bebek petelur.
- HIGAR Segera Buka Cabang Baru di CPI Makassar, Hadirkan Kelas HYROX dan Spinning
- Cegah Anak Tidak Sekolah, Disdukcapil Bersama Disdikbud Jeneponto Sosialisasikan Pemadanan Data Dapodik, ATS Berbasis NIK
- Air Mata Haru Menetes di Tangan Danrem 141 Toddopuli, Rumah Nyaris Rubuh Kini Kokoh Berkat TMMD Ke-128
- Sulsel Kebagian 25 Sapi Kurban Presiden Prabowo, Gubernur Andi Sudirman: Akan Disalurkan ke Wilayah Prioritas
- Serap Aspirasi Warga Biringkanaya, Anggota DPRD Makassar Odhika Cakra Fokus Kawal Perbaikan Jalan
Metode ini dapat meningkatkan pertumbuhan ternak sekaligus menekan biaya pakan secara signifikan.
Melalui booth pameran pada forum tersebut, AFT Hasanuddin menampilkan hasil implementasi Program Agrokompleks Hasanuddin yang memanfaatkan limbah organik dari dapur SPPG dan rumah tangga di Desa Baji Mangngai untuk diolah menjadi pakan bernutrisi tinggi bagi bebek petelur.
Program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan, antara lain peningkatan produktivitas ternak, efisiensi biaya pakan hingga 75%, serta pemanfaatan 8,1 ton sampah organik selama periode Juni–Oktober 2025.
Implementasi program juga berkontribusi pada penurunan emisi hingga ±0,5 ton CO₂e per tahun.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui AFT Hasanuddin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
