Pertemuan Akbar Wija Raja Bone La Patau Matanna Tikka Sukses Digelar

Pertemuan Akbar Wija Raja Bone La Patau Matanna Tikka Sukses Digelar

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Bone – Pertemuan akbar para “wija” (keturunan) Raja Bone ke-XVI La Patau Matanna Tikka yang digelar di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berlangsung meriah dihadiri 1.400 orang.

Pertemuan keturunan La Patau Matanna Tikka Raja Bone ke-XVI merupakan kali pertama digelar dihadiri para Wija dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam

Dalam pertemuan tersebut, terdapat 3 (Tiga) hal yang didiskusikan yakni terkait dengan pelestarian kebudayaan, organisasi wija La Patau Matanna Tikka dan keberlanjutan pertemuan antar wija.

Diskusi tersebut diperoleh resume sebagai berikut:

Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Bone merupakan bagian penting dari kebudayaan nasional. Oleh karena itu diperlukan 4 (empat) langkah strategis yakni Perlindungan, Pengembangan, Pembinaan dan Pemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Beberapa potensi budaya yang diprioritaskan pengembangannya adalah Bone Geo Park yang berpotensi sebagai wahana/wadah pendidikan, pelestarian, konservasi alam dan budaya, serta pariwisata. 

Oleh karena itu, diperlukan langkah konkrit untuk mewujudkannya oleh pemerintah dan stakeholder lainnya.

Para wija Puatta La Patau yang tersebar di seluruh dunia merupakan asset penting bagi Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. 

Oleh karena itu dipandang perlu adanya sebuah wadah untuk menghimpun seluruh potensi wija dalam sebuah organisasi yayasan yang berbadan hukum (legal formal). 

Untuk keberlanjutan (sustainability) silaturrahmi antar wija maka diperlukan pertemuan berkala. Pertemuan berikutnya diusulkan bertempat di Kabupaten Soppeng dimana penyelengganya adalah anggota Yayasan La Patau yang berdomisili di Kabupaten Soppeng dan diharapkan agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. 

Dalam Tudang Sipulung ini beberapa hal-hal penting lainnya yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Bone adalah sebagai berikut:

Revitalisasi dan penguatan Lembaga Adat;
Pembentukan Pusat Kebudayaan ex. La Patau Heritage Centre untuk mendukung program 10 (Sepuluh) objek pemajuan kebudayaan;
Mencermati kemajuan potensi daerah Kabupaten Bone, maka penting untuk memikirkan kembali pemekaran Kabupaten Bone.

Pihak Steering Committee, Sapri Pamulu mempertegas bahwa  ide Pokok yang inginkan sebenarnya, sala satunya adalah adanya Pusat Dokumentasi Dokumen warisan Bugis dan Makassar yang ditempatkan di Watampone. 

“Mungkin bisa berupa Pusat Galeri atau Museum atau lainnya yang relevan. Materialnya berupa naskah-naskah dalam berbagai bentuk (digital, fisik atau codex) yang sekaligus sebagai pusat penyelematan Fisik Naskah,” ujarnya.

Selain itu, kata Sapri, tempat tersebut juga bisa menjadi destinasi kunjungan semua pihak, umum, peneliti, mahasiswa, murid-murid sekolah, dan utamanya sebagai tempat belajar dan meneliti.

“Dari situ, banyak hal lain yang perlu diprogramkan yang terkait dengan penggalakan kajian-kajian budaya, sosial, sejarah, ilmu pengetahuan berbasis sumber lokal dan mengupdatenya sesuai dengan konteks kini,” tuturnya.

“Dari sinilah kajian tentan La Patau serta raja-raja Bone dan Sulsel serta khazanah yang unik dan penting digalakkan dan dilahirkan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.