Terkini, Makassar – Perhimpunan Agung Lembaga Adat Sulawesi Selatan dan Barat (Palasara) Indonesia menggelar rapat presidium perdana persiapan pelantikan Pengurus DPP Palasara yang dirangkaikan dengan Halalbihalal di Cafe Agung Makassar pada Ahad 13 April 2025.
Rapat ini menjadi momentum penting dalam perjalanan kelembagaan Palasara, menyusul telah terbitnya legalitas resmi pendirian organisasi adat terbesar di Kawasan Timur Indonesia ini.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima redaksi terkini.id, disebutkan bahwa pelantikan ini dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2025 mendatang di Istana Tamalatea, Gowa.
Event adat terbesar tahun ini bakal dihadiri lebih dari 91 pemangku adat Deklarator Palasara dari Sulawesi Selatan dan Barat. Selain itu, para Ketua Umum organisasi adat dan budaya dari seluruh penjuru Nusantara serta para Raja dan Sultan se-Nusantara dijadwalkan hadir.

Ketua Panitia, H. Mansur Gessa Krg. Bali mengatakan mendahului pelaksanaan pelantikan DPP Palasara Indonesia akan melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta Wali Kota dan Bupati se-Sulselbar.
- Melayani Tanpa Batas Waktu, Disdukcapil Jeneponto Buka Layanan di Hari Libur, Terbitkan 119 Dokumen
- Korban Penganiayaan di Tamalatea Terbaring Lemas, Diduga Pelaku Lebih dari 1 Orang, Kapolsek Bilang ini
- Kuliah Umum Prodi MHU UIN Alauddin Makassar Hadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI
- Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulawesi untuk Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Saat Long Weekend
- Gammara Hotel Hadirkan Paket "Stay & Bring Home Happiness", Tamu Bisa Bawa Pulang Kelinci Lucu
“Hal ini sebagai langkah membangun sinergi dan memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap hadirnya Palasara sebagai rumah besar pelestarian adat dan budaya Sulawesi Selatan dan Barat,”uraianya.
Sementara itu, Andi Rusdianto Thalib selaku Ketua Umum DPP Palasara menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikrar kebudayaan dan identitas kolektif, yang menegaskan bahwa marwah adat Sulawesi Selatan dan Barat akan terus bersinar dalam bingkai keindonesiaan.
“Pelantikan ini bukan sekedar seremonial saja melainkan ikrar kebudayaan dan identitas kolektif bahwa marwah adat Sulawesi Selatan dan Barat akan terus bersinar dalam bingkai keindonesiaan,” imbuhnya.

Dalam rapat Panitia Presidium tersebut turut hadir Patimatarang Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju, serta Ketua Umum Srikandi Palasara, Andi Hikmawati Patta Umba.
Kehadiran mereka sebagai bukti nyata dan komitmen untuk bersama-sama menyukseskan agenda akbar ini.
Palasara Indonesia kini berdiri sebagai rumah besar adat Sulawesi Selatan dan Barat, menjadi penjaga warisan leluhur, penggerak nilai budaya, serta jembatan antara kearifan lokal dan arah masa depan bangsa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
