Terkini.id, Jakarta – Salah satu pesantren buat geger warganet usai klaim Candi Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman.
Pesantren itu menarik perhatian salah satu pegiat media sosial, mereka dikecam bahkan disebut sebagai beban dan tidak pantas menginjak atau datang ke tempat bersejarah itu.
Pesantren yang klaim Candi Borobudur sebagai peninggalan Nabi Sulaiman itu ialah Pondok Pesantren Daarul Qur’an Bekasi.
Dalam keterangannya, tertulis bahwa klaim itu terjadi pada tahun 2019, mereka menyatakan itu melalui ungahan akun sosial medianya.
Informasi itu disampaikan oleh Guntur Romli, ia membagikan foto screenshoot unggahan sosial media Ponpes Daarul Qur’an Bekasi itu.
Guntur Romli menyampaikannya melalui cuitan twitter @GunRomli, sebagaimana dilansir Terkini.id pada Jum’at, 24 Juni 2022.

Dalam unggahan Ponpes itu terlihat foto rombongan pesantren yang diambil di wilayah sekitar Candi Borobudur. Tertulis juga dalam unggahannya klaim tersebut.
“Ekspedisi dan eksplorasi jejak-jejak Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman, bersama santri-santri Ponpes Daarul Qur’an Bekasi (11 April 2019),” ditulis akun sosmed Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman.
Selain membagikan foto itu, Guntur Romli juga menuliskan cuitan yang merupakan pendapatnya tentang klaim tersebut.
Guntur Romli menilai bahwa klaim atas tempat bersejarah di Indonesia itu merupakan distorsi sejarah, ia juga menyebut mereka tidak pantas menginjak Candi Borobudur.
Bukan hanya itu, bahkan Guntur Romli menyebut mereka adalah gerombolan yang menambah beban.
“Salah satu contoh gerombolan yg tdk berhak naik & menginjak2 candi Borobudur, tak hanya bikin nambah beban & aus, tapi juga melakukan distorsi sejarah,” tulis Guntur Romli dalam cuitannya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
