Terkini, Makassar — Dalam tiga hari terakhir, peringatan dini cuaca buruk terus bergema di Sulawesi Selatan. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memproyeksikan hujan lebat disertai angin kencang sebagai ancaman utama bagi wilayah tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pun tak tinggal diam, mengeluarkan berbagai langkah antisipasi dan imbauan kepada masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyebut kondisi ini merupakan dampak dari masa peralihan cuaca, di mana kota tengah bergeser dari musim kemarau ke musim hujan.
“Sejak tiga hari lalu, peringatan dini sudah kami keluarkan. Saat ini intensitas hujan masih berada di kategori rendah hingga sedang. Namun, masyarakat tetap harus waspada, terutama terhadap angin kencang yang menjadi ciri khas masa transisi ini,” ujar Hendra, Rabu, 4 Desember 2024.
Langkah Antisipasi di Tengah Masa Transisi
- Gakkum Tangkap Tiga Warga yang Buka 1,3 Ha Kebun Lada di Hutan Lindung di Lutim, Dalami Praktik Jual Beli Lahan
- Agustus Makin Hemat, Swiss-Belinn Panakkukang Hadirkan Promo Merdeka Escape
- Eko Junianto Sabet Juara di AHSRIC 2026, Bawa Nama Astra Motor Sulsel ke Panggung Nasional
- Wabup Gowa Hadiri Sertijab Danrem 141/Toddopuli, Tekankan Pentingnya Sinergitas
- Astra Motor Sulsel Torehkan Prestasi Nasional, Eko Junianto Juara 2 Dealer Advisor AHSRIC 2026
Pemkot Makassar meminta masyarakat untuk memastikan keamanan lingkungan tempat tinggal mereka, mulai dari memeriksa instalasi listrik hingga memperkuat konstruksi atap rumah.
Selain itu, bagi warga di wilayah rawan banjir—termasuk empat kecamatan utama, yaitu Manggala, Panakkukang, Tamalanrea, dan Biringkanaya—diimbau untuk mempersiapkan jalur evakuasi dan mengamankan barang-barang berharga.
“Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir perlu meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan deras turun, segera lakukan evakuasi mandiri untuk mencegah kerugian yang lebih besar,” tambahnya.
Tak hanya itu, BPBD Kota Makassar telah menetapkan status siaga dengan meningkatkan intensitas pemantauan oleh Satgas Penanggulangan Bencana dan Tim Reaksi Cepat. Dukungan logistik pun telah diperkuat.
“Kami sudah menyiapkan sumber daya manusia tambahan dan 10 unit perahu karet dari berbagai ukuran siap digunakan untuk situasi darurat,” kata Hendra.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
