Keterbatasan anggaran operasional, khususnya untuk kebutuhan bahan bakar, menjadi pertimbangan utama dalam penentuan frekuensi pelayaran pada tahap awal.
“Karena ini masih tahap awal dan belum memiliki anggaran khusus, maka sementara kami memanfaatkan kapal operasional yang sudah ada. Untuk frekuensi layanan direncanakan sekali sepekan sambil melihat antusiasme masyarakat dan efektivitas pelaksanaannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila tingkat penggunaan layanan menunjukkan tren positif, Pemerintah Kota Makassar akan mempertimbangkan penambahan frekuensi pelayaran melalui dukungan anggaran pada perubahan APBD mendatang.
Pete-pete Laut diprioritaskan untuk mendukung mobilitas masyarakat yang memiliki kebutuhan perjalanan rutin, seperti pelajar, tenaga kesehatan, guru, serta warga yang melakukan aktivitas antarpulau secara berkala.
“Karakteristik masyarakat pulau berbeda dengan masyarakat di daratan. Karena itu jadwal operasional akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar layanan ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal,” ujar Rheza.
- Tayangan Piala Dunia 2026 Bisa Diakses di MAXStream TV, Warga Indonesia Hingga Pelosok Bisa Menikmati
- Asmo Sulsel Ajak Pengguna Honda Scoopy Jelajahi Ikon Kota Makassar Lewat "Your Mode, Your Ride"
- Wali Kota Munafri Sebut Data Akurat Jadi Dasar Pembangunan dan Investasi Makassar
- Diskominfo dan Dinas Kesehatan Sidrap Berkolaborasi dalam Implementasi TTE
- BI Sulsel Kuatkan Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Training of Trainers
Peluncuran Pete-pete Laut juga dirangkaikan dengan kunjungan kerja Wali Kota Makassar ke sejumlah pulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
Selain seremoni peluncuran, pemerintah kota akan melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat dan penyaluran bantuan.
Beberapa organisasi perangkat daerah dijadwalkan turut ambil bagian, di antaranya Dinas Pendidikan yang akan menyerahkan bantuan beasiswa, serta perangkat daerah terkait yang menyalurkan bantuan bibit guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Munafri Arifuddin juga dijadwalkan meninjau sejumlah program pembangunan di wilayah kepulauan, termasuk lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) di Pulau Barrang Lompo.
Usai peluncuran, armada Pete-pete Laut akan langsung melakukan perjalanan uji coba menuju Pulau Bonetambu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
