Soroti Pilpres 2024 Bakal Kental Politik Identitas, Petrus: Anies Harus Mewaspadai dan Diwaspadai!

Soroti Pilpres 2024 Bakal Kental Politik Identitas, Petrus: Anies Harus Mewaspadai dan Diwaspadai!

R
Sigit
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus mengungkapkan, terdapat dua hal isu perlu diwspadai oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yakni isu politik identitas dan korupsi. termasuk juga partai politik dalam perihal Pilpres 2024.

Terlebih lagi, Anies Baswedan digadang-gadang sebagai salah satu capres terkuat di Pilpres 2024, berdasarkan sejumlah lembaga survei. Dengan begitu, Anies memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap kelompok kepentingan untuk mendekatkan diri atau didekati dalam kepemimpinan nasional 2024.

Petrus mengatakan Anies juga dihadapkan dengan sejumlah isu korupsi. Mulai dari perkara dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur hingga soal dugaan korupsi perhelatan Formula E.

“Dimana Anies menjadi sorotan bahkan pernah dipanggil KPK untuk memberikan klarifikasi sehingga berpotensi menjadi saksi dan/atau tersangka korupsi di KPK,” ujar Petrus sebagaimana dikutip Politea Selasa 14 Juni 2022.

Sebagai sosok Gubernur DKI Jakarta, lanjut Petrus, Anies adalah kepala pemerintahan daerah yang diserahi tugas, wewenang dan tanggung jawab oleh presiden selaku kepala pemerintahan untuk mengelola, mengawasi, merencanakan dan mempertanggungjawabkan APBD.

Baca Juga

“Konsekuensi yuridisnya, suka tidak suka, mau tidak mau, Anies dimintai pertanggungjawaban secara pidana dan secara politik karena perintah UU,” ujarnya.

Sementara, terkait politik identitas, Anies tercatat pernah menjadikan sejumlah organisasi yang dinyatakan terlarang seperti Khilafatul Muslimin, HTI, FPI menjadi kendaraan politik ikut dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017. Kedekatannya dengan kelompok itu sukses mengantarkan Anies sebagai Gubernur DKI.

Namun, kabar terbaru yakni adanya tindakan kepolisian berupa penurunan dan penyitaan terhadap simbol khilafah atau bendera HTI saat deklarasi kelompok pendukung Anies Presiden 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

“Ini adalah sinyal buruk bagi Anies dan bagi NKRI, karena menunjukan adanya hubungan simbiosis mutualis kelompok ormas terlarang dengan Anies pada pencapresan 2024,” ungkap Petrus.

“Di sini menjadi dilema bagi Anies, karena dalam posisi simbiosis mutualistis antara Anies di satu pihak dan orang-orang dari kelompok ormas terlarang dan ormas Khilafatul Muslimin di pihak lain, membuat posisi Anies bukan saja harus waspada, tetapi juga Anies harus diwaspadai,” tambah dia.

Petrus menegaskan, Anies harus diwaspadai, politik indentitas dan KKN dalam perspektif NKRI, Pancasila dan tujuan nasiona adalah racun yang berpotensi merusak kepentingan strategis nasional (integrasi nasional), sehingga akan mendapat resistensi dari mayoritas rakyat Indonesia.

“Anies harus diwaspadai, oleh karena jika saja Anies selalu melekat dengan politik identitas untuk kontestasi 2024, maka partai politik, KPU, BNPT, Densus 88 dan rakyat pemilih harus mewaspadai Anies. Karena penggunaan politik identitas sebagai senjata untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024 jelas menjadi kontraproduktif dengan kepentingan strategis nasional, untuk itu Anies harus diwaspadai,” terangnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.