Terkini.id, Makassar – Ketua Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Makassar dari Universitas Hasanuddin, Ansariadi meminta warga menjadi relawan dan berpartisipasi aktif melakukan tes usap bila menemukan ada gejala.
Pasalnya, sejak tahapan Pilkada berlangsung angka kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan.
“Minggu lalu ada 315 kasus, dan minggu ini ada 461 kasus, terjadi kenaikan 150 persen,” kata Ansaridi di Rujab Wali Kota Makassar, Senin, 7 Desember 2020.
Ia menduga salah satu penyebabnya adalah munculnya klaster Pilkada. Namun, Ansariadi mengaku kesulitan melakukan pelacakan untuk membuktikan analisanya.
Penyebabnya, kata dia, pertemuan para pendukung calon Wali Kota di Makassar tidak dipublikasikan di publik. Selain itu, pertemuan tersebut diadakan terbatas.
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
- Gelar Aksi Ujuk Rasa, NasDem Sulsel Tolak Narasi Pemberitaan yang Dinilai Menyesatkan
- Macawa Fest 2026 Tawarkan Pengalaman Event Berstandar Global
- Syuting di Makassar, "Akal Imitasi" Tampilkan Kritik terhadap Teknologi Pendidikan
- Santomo Hadirkan Layanan GoMolis, Solusi Motor Listrik untuk Ojol di Makassar dan Surabaya
Menurutnya, saat ini, dirinya hanya memegang data peningkatan klaster keluarga dan perkantoran yang begitu signifikan.
“Pilkada, aktivitas ekonomi, dan pelonggaran sama-sama berkontribusi terhadap peningkatan kasus Covid-19,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, ia mengatakan ada dua upaya untuk menekan penularan Covid-19 di tengah pilkada. Pertama, melakukan isolasi pada sumber penularan dengan melakukan tes usap.
“Dan memastikan yang positif benar-benar melakukan isolasi, hanya itu kuncinya” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
