Terkini.id, Makassar – Pilkada Kota Makasar dipastikan berlangsung di tengah tren peningkatan kasus Covid-19. Selama beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan.
Kendati begitu, warga diminta menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 mendatang. Di sisi lain, diharapkan menerapkan protokol kesehatan saat mengunjungi tempat pemungutan suara atau TPS.
Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan ada potensi peningkatan klaster baru setelah pencoblosan.
Namun hal itu bisa dicegah jika proses pemungutan suara dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Tim epidemogi telah memperingatkan potensi yang terjadi. Kami harap warga ke TPS dengan protokol pencegahan Covid 19,” kata Rudy, Senin 7 Desember 2020.
- Langgar Kesepakatan Damai, Massa Diduga dari PT TRK Kembali Tutup Jalur Hauling di Kawasan PSN PT IPIP
- KKS x DIGIFEST 2026 Ditutup, Catat Komitmen Pembiayaan UMKM Rp18,27 Miliar dan Transaksi Tembus Rp1,35 Miliar
- Wali Kota Makassar Lepas Peserta dan Ramaikan Kategori 10K Makassar SMAnSA Run 2026
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan Hiswana Migas Tinjau SPBU di Makassar, Pastikan Distribusi Biosolar Berjalan Optimal
- Leadership 198 Gelar WOW Day di Makassar, 58 Anak Kampung Savana Diajak Berani Bermimpi
Rudy mengajak warga untuk menggunakan hak pilihnya. Partisipasi masyarakat dalam Pilkada sangat penting dalam menentukan nasib Makassar ke depan.
“Gunakan hak pilih kita. Jangan sia-siakan hak pilih kita,” tegas Rudy.
Di Makassar, Pilkada 2020 akan berlangsung di 2.395 TPS yang tersebar di 15 kecamatan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat 901.087 warga masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
