Terkini.id, Makassar – Pilkada Kota Makasar dipastikan berlangsung di tengah tren peningkatan kasus Covid-19. Selama beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan.
Kendati begitu, warga diminta menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 mendatang. Di sisi lain, diharapkan menerapkan protokol kesehatan saat mengunjungi tempat pemungutan suara atau TPS.
Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan ada potensi peningkatan klaster baru setelah pencoblosan.
Namun hal itu bisa dicegah jika proses pemungutan suara dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Tim epidemogi telah memperingatkan potensi yang terjadi. Kami harap warga ke TPS dengan protokol pencegahan Covid 19,” kata Rudy, Senin 7 Desember 2020.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
Rudy mengajak warga untuk menggunakan hak pilihnya. Partisipasi masyarakat dalam Pilkada sangat penting dalam menentukan nasib Makassar ke depan.
“Gunakan hak pilih kita. Jangan sia-siakan hak pilih kita,” tegas Rudy.
Di Makassar, Pilkada 2020 akan berlangsung di 2.395 TPS yang tersebar di 15 kecamatan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat 901.087 warga masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
