Terkini.id — Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Sulsel, Lies F Nurdin mengunjungi Yayasan Fatimah Az-Zahra, di Jalan Barukang, Kelurahan Patingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Rabu 8 Januari 2020.
Yayasan Fatimah Az-Zahra merupakan rumah industri yang melakukan pemberdayaan ekonomi bagi 150 perempuan lanjut usia dengan mengolah hasil laut menjadi aneka produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Diantaranya abon ikan, bakso dan nugget, ikan kering kemas, otak-otak, kerupuk ikan dan sebagainya.
Untuk mendukung produk ekonomi yang dihasilkan, Lies F Nurdin mengimbau supermarket maupun toko-toko yang ada di Makassar untuk membantu memasarkan produk yang dihasilkan oleh Industri Kecil Menengah (IKM) lokal.
“Saya anjurkan supaya supermarket dan toko tidak menolak produk IKM, jangan produk dari luar Sulsel yang banyak, sementara produk lokal tidak ada,” ungkapnya.
- Ketua TP PKK Jeneponto Kunjungi Korban Kebakaran di Tiga Kecamatan, Berikan Bantuan Saat Suasana Lebaran
- Ketua TP PKK Gowa Resmikan Posyandu Siklus Hidup di Desa Bontosunggu
- Ketua TP PKK Jeneponto, Apresiasi Inovasi JEMPOL, Tingkatkan Ratusan Ibu dan Anak Periksa Kesehatan di Posyandu
- Ketua TP PKK Jeneponto Resmi Membuka Bimtek Keamanan Pangan, Harapannya ini
- Naoemi Octarina Terima Kunjungan Istri Menpora dan Istri Bupati Wajo, Bahas Pemuda-Pemudi dan Sutra
Di kesempatan ini, istri Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah ini juga menyebutkan bahwa saat ini Dinas Koperasi dan Dinas Perindustrian menyediakan 150 kuota bagi IKM yang akan mengurus sertifikat halal produk secara gratis.
“Dinas Koperasi siapkan 50, Dinas Perindustrian siapkan 100, ini sisa didaftar di Kabupaten Kota masing-masing,” jelasnya.
Sementara, Ketua Yayasan Fatimah Az Zahra, Nuraeni, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh tim PKK Sulsel.
“Ini kali pertama seorang Ibu Gubernur mengunjungi tempat kami, kami merasa bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” ucapnya.
Selain memberdayakan kaum lansia, pihaknya juga melaksanakan pendidikan informal bagi 70 anak-anak korban kekerasan di wilayahnya melalui Sekolah Anak Percaya Diri.
“Memberi pendidikan dan pendampingan bagi anak-anak korban kekerasan, baik di KDRT maupun kekerasan seksual, melalui pendampingan dari psikolog dan pendidikan keterampilan dan pendidikan informal,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
