Terkini.id, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021 pagi tadi.
PKS melalui akun Twitter resminya mengutuk keras pelaku kejahatan.
“Siapapun pelakunya, apapun motifnya, peledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar itu, jelas tidak dibenarkan. Islam dan Agama apa pun mengharamkan perilaku teror seperti itu,” tulis aku twitter DPP PKS, @PKSejahtera.
Tak hanys itu, PKS juga mendesak polisi dan pihak berwenang segera mengusut tuntas siapa pelaku dan jaringan terorisme.
Karena, menurut PKS, hal ini agar tak menimbulkan fitnah.
- DPW PKS Sulsel Sukses Gelar Bincang Gerakan Ekonomi Mandiri
- Peduli Kemajuan Daerah Terpencil, Program Hati Damai Dikagumi Politisi Senior PKS
- Demokrat - Gerindra - PKS All Out Menangkan Andi Sudirman di Pilgub Sulsel
- PKS Fokus Menangkan Andalan Hati di Pilgub Sulsel
- PKS Serahkan Rekomendasi B1KWK ke Uji Nurdin-Sahabuddin di Pilkada Bantaeng 2024
“Penting diusut tuntas dan terbuka, agar tak terulang, dan agar tak jadi fitnah,” tulis @PKSejahtera.
Cuitan dari PKS kemudian ditanggapi oleh eks politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Melalui akun twitternya @FerdinandHaean, ia mempertanyakan secara skeptis kepentingan PKS di balik meminta polisi mengusut jaringan pelaku teror bom bunuh diri.
“Jadi kepentingan PKS hanya supaya tidak jadi fitnah? Tidak ada niat menjadi partai terdepan yg menghentikan perilaku intoleran dan radikal yg jelas-jelas jadi bibit terorisme?,” kata Ferdinand.
Lebih lanjut, menurut Ferdinand, orang-orang tak ada yang menyebarkan fitnah atau bahkan menjadi korban fitnah.
Semua orang, kata Ferdinand, mengutuk keras peristiwa ini karena merupakan kejahatan.
“Saya pikir tidak ada yang memfitnah dan tidak ada yang difitnah. Semua mengutuk karena ini kejahatan,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
