Terkini.id, Makassar – Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lingkup Pemerintah Kota Makassar masuk berkantor hari ini.
Padahal, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan terbaru bagi PNS dan PPPK untuk bekerja dari rumah.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo memberi arahan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama seminggu setelah puncak arus balik pada 8 Mei 2022.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan yang diprediksi terjadi selama arus balik.
Berdasarkan arahan itu, maka PNS akan WFH mulai Senin, 9 Mei 2022 sampai Jumat, 13 Mei 2022 dan kembali bekerja di kantor mulai Senin, 16 Mei 2022.
- PNS TNI AD Kodam XIV/Hsn dan Kodam XIII/Mdk Angkatan 2009 Gelar Reuni Pengabdian 15 Tahun
- Gubernur Sulsel Sematkan 2.398 Satyalancana Karya Satya kepada PNS Pemprov Sulsel
- Megawati Soekarnoputri Minta PNS Bersikap Seperti Tentara
- Rencana Pensiun PNS Dapat Rp 1 Milliar
- Serahkan 136 SK PNS dan CPNS Lulusan IPDN, Andi Sudirman: Jaga Integritas
Merespons itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto beralasan baru mendengar dan melihat surat edaran tersebut pagi tadi.
“WFH mulai hari ini perintahnya, ternyata Menpan RB memerintahkan segera WFH sekaligus observasi, 9 sampai 13 Mei,” ucap Danny Pomanto di Kantor Balai Kota, Jalan Ahmad Yani, Senin, 9 Mei 2022.
Pagi tadi, Danny telah memimpin apel pagi di hari pertama bekerja, dihadiri semua pegawai lingkup Pemkot Makassar. Dalam apel pagi tersebut, ia menyampaikan terkait kebijakan WFH.
“Kita konsolidasi diatur bagaimana WFH secara maksimal,” katanya.
Meski ada pemberlakuan WFH, Danny menekankan pekerjaan harus tetap berjalan. Sebagian bekerja dari rumah, dan sebagian lagi tetap bekerja di kantor.
Selain itu, poin penting lainnya yang disampaikan dalam apel pagi tersebut terkait agenda-agenda yang akan dilakukan hingga Desember mendatang.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pembenahan organisasi dalam hal ini resetting.
“Pembenahan SDM yang akan kita kategorikan, baik ASN maupun laskar pelangi sehingga orang yang malas ada kategori sendiri, ada orang yang berkinerja dan berintegritas buruk ada kategorinya,” terangnya.
Ia mengatakan sistem meritrokrasi akan terus berjalan. Hal itu beriringan dengan pembinaan spritual ASN tiap pekan.
“Diwajibkan tiap pekan di masing-masing OPD,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
